Minggu, 22 Agustus 2010

bunga anggrek: Batik Kencana Ungu: DASTER KUC KLOK ANGGREK (Code: DC019)

bunga anggrek: Batik Kencana Ungu: DASTER KUC KLOK <b>ANGGREK</b> (Code: DC019)


Batik Kencana Ungu: DASTER KUC KLOK <b>ANGGREK</b> (Code: DC019)

Posted: 22 Aug 2010 08:51 AM PDT

Kisah Kumbang Merah dan <b>Bunga</b> Rumput « Blognya "Hifdzi Ulil Azmi"

Posted: 22 Aug 2010 07:56 AM PDT

Suatu ketika, ada mawar yang telah dihinggapi sang kumbang hitam. Tapi di taman sebelah, terlihat ada kumbang merah yang hatinya hancur. Ia kalah cepat rupanya. Hatinya remuk.

Akhirnya, kumbang merah ini terbang sebisa ia terbang. Ia mencoba melupakan mawar yang sudah  diidam-idamkan sejak lama. Dalam kesendirian, Ia melintasi berbagai macam taman sembari mencari bunga yang ia sukai.

Di taman yang nun jauh di sana, ada berbagai macam bunga seperti mawar, melati, anggrek, lili, serta bunga lain bermahkota indah dengan wangi menggoda. Namun di satu sisi ada satu bunga yang tak memiliki mahkota yang bagus. Wanginya pun tak semerbak. Ia seperti terkungkung dalam kesendirian. Jangankan hinggap, untuk mendekatinya saja, kumbang-kumbang penghuni asli taman itu tak mau.

Ia adalah bunga rumput. Sepintas, rasanya tak ada yang istimewa dari bunga ini. Jika disandngkan dengan mawar, kumbang bermata normal tentu akan menjawab, "Bunga ini jelas KEBANTING HABIS!!".

Walau belum pernah ada kumbang-kumbang yang mendekat padanya, ia tak pernah kecewa. Dalam hatinya selalu terpatri bahwa kelak pasti akan nada kumbang yang hinggap pada dirinya, menerima dirinya apa adanya.

Setelah melalui perjalanan panjang, sampailah si kumbang pada suatu taman. Ia sampai pada taman yang ditumbuhi oleh bunga rumput tersebut. Dilihatnya taman ini oleh sang kumbang secara seksama. Alangkah senangnya, ia melihat banyak bunga bermahkota indah bertaburan disana-sini. Jumlah kumbang penghuni taman ini pun tak banyak." Mungkin di tempat ini aku bisa memilih dengan bebas bunga yang kusukai ", gumamnya.

Sembari terbang berkeliling taman, terlihat olehnya di kejauhan titik putih yang membuatnya penasaran. Ia segera ke sana, makin dekat, dekat dan dekat. Rupanya titik putih itu adalah sekuntum bunga kecil  yang tak bermahkota jelita layaknya mawar dan melati. Melihat hal ini, sang kumbang kecewa dan merasa menyesal sudah bergerak terbang ke ujung taman. Ia bergegas untuk pergi dan mencari mawar untuk ia hinggapi.

Setelah terbang 20 meter mejauhi bunga kecil itu, dari belakang munculah seekor capung dengan kecepatan tinggi menabrak sang kumbang. Ia terpelanting hingga jatuh ke tanah. Ia sudah tak sanggup lagi untuk terbang. Akhirnya ia hanya bisa berjalan di atas tanah sambil menunggu lukanya mengering agar bisa terbang kembali.

Sudah 2 hari ia di tanah namun tak kunjung sembuh. Kini ia merasa terasing di taman ini. Ia sendiri. Ia tak bisa terbang. Ia hanya bisa pasrah dengan hidupnya yang sekarang.

Di dalam keheningan malam, ia bertasbih pada Tuhan yang menciptakannya. Ia memohon agar lukanya segera disembuhkan. Dalam lelahnya, ia terlelap. Ia bermimpi ada satu dosa yang telah dilakukannya yang membuat ia bernasib sial seperti ini. Sang kumbang pun terbangun. Ia sejenak berfikir, dosa apa yang sudah kuperbuat.

Ia tersadar, beberapa hari yang lalu, ia bersikap sombong. Ia seperti mengacuhkan bunga kecil yang ia jumpai di ujung taman. Ia kesal, dongkol, kecewa karena yang ia temui hanya bunga kecil yang tak memiliki keindahan fisik juga wangi yang semerbak.

Akhirnya, kumbang merah ini segera bergegas ke tempat dimana bunga rumput itu tumbuh. Dalam kondisi masih sakit, ia berupaya sekuat mungkin agar sampai walau hanya dengan berjalan pelan sekali. Semakin berjalan, rasa sakit semakin menusuk pada sayap kirinya. Tapi ia tak peduli, asalkan ia bisa ke tempat yang sudah ia janjikan sebelumnya.

Dengan susah payah, akhirnya titik putih itu mulai terlihat. Ia makin bersemangat untuk kesana. Di perjalanan, terlihat olehnya serbuk sari yang menempel pada batu apung yang terapung di atas genangan air. Ia pun meminum beberapa teguk air tersebut untuk menghilangkan rasa hausnya. Sang kumbang juga mencoba menyicipi serbuk sari yang jatuh di atas batu tersebut.

Baru dicobanya sedikit, ia merasakan kenikmatan yang tiada tara. Manis sekali. Belum pernah ia mendapatkan serbuk sari yang tertiup angin dengan rasa semanis ini. Akhirna ia bawa serbuk sari yang bersisa itu untuk bekal perjalanan. Ia tempelkan serbuk sari itu di balik sayap kirinya yang terluka.

Setelah meminum serbuk sari ini, ia menjadi lebih bertenaga dan semakin bersemangat untuk ke tempat yang sudah ia niatkan, tempat dimana bunga rmput tumbuh. Baru berjalan sebentar, ia merasa sayap kirinya telah lumayan pulih. Luar biasa! Ternyata serbuk sari yang ia tempelkan di sayap kirinya mengandung obat!

Tak berapa lama, sampailah ia di hadapan bunga kecil itu. Sang kumbang mencoba untuk terbang agar bisa ke pucuk bunga namun usahanya sia-sia. Walaupun kondisinya sudah lumayan, tetap saja ia belum bisa menggerakkan sayap semau dirinya.

Akhirnya, ia bersikeras untuk menaiki sendiri bunga tersebut melalui tangkainya. Baru dicobanya sekali, ia terjatuh. Ia mencobanya terus, sampai akhirnya ia berhasil sampai pada mahkotasi bunga.

Dengan menangis, ia memohon maaf pada bunga itu atas sifat buruk sangkanya. Sang bunga hanya bisa memekarkan mahkotanya tanda ia memaafkan seluruh kesalahan sang kumbang. Atas pernyataan bunga rumput, ia sungguh bahagia. Atas kemuliaan hati bunga rumput inilah ia menjadi betah hinggap di sana dan berniat untuk menghisap serbuk sarinya sekaligus membantu memudahkan penyerbukan sang bunga.

Sang kumbang terkejut tatkala serbuk sari yang ia rasakan manis sekali, sungguh nikmat tiada tara. Ia teringat dengan serbuk sari yang ia temukan di batu apung tadi. Dan begitu dicocokkan, ternyata sama. Sang kumbang pun menangis bahagia. Ternyata di balik mahkotanya yang tak seberapa, bunga rumput menyimpan keanggunan yang luar biasa dari dalam. Sang kumbang kini sadar, mahkota indah bukanlah jaminan sebuah kecantikan bunga.

Kumbang merah, inilah sang kumbang berhati mulia, yang menerima apa adanya fisik sang bunga rumput, mulai tangkai, kelopak, hingga mahkotanya.

Kutipan hikmah

Dunia ini tidaklah selebar daun kelor. Masih banyak bunga-bunga lain yang lebih anggun dari bunga yang sering kita jumpai. Jangan berfikir pendek. Saat bunga yang telah kita jaga susah payah sudah terambil oleh yang lain, janganlah bersedih hati lagi gundah, karena bisa jadi masih ada bunga lain yang lebih penting untuk kita jaga. Siapa yang tahu?

Disarikan dari kisah seorang sahabat

Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan <b>...</b>

Posted: 21 Aug 2010 11:22 PM PDT

Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan sangat dipengaruhi oleh faktor dalam dan faktor luar tumbuhan. Faktor dalam adalah semua faktor yang terdapat dalam tubuh tumbuhan antara lain faktor genetik yang terdapat di dalam gen dan hormon. Gen berfungsi mengatur sintesis enzim untuk mengendalikan proses kimia dalam sel. Hal ini yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan. Sedangkan, hormon merupakan senyawa organik tumbuhan yang mampu menimbulkan respon fisiologi pada tumbuhan.

Faktor luar tumbuhan yang sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, yaitu faktor lingkungan berupa cahaya, suhu, oksigen dan kelembapan. Untuk lebih memahami, mari cermati uraian berikut ini.

1. Hormon

Hormon tumbuhan adalah suatu senyawa organik yang disintesis di salah satu bagian tumbuhan dan dipindahkan ke bagian yang lain, pada konsentrasi yang sangat rendah mampu menimbulkan respon fisiologis. Hormon mempengaruhi respon pada bagian tumbuhan, seperti pertumbuhan akar, batang, pucuk, dan pembungaan. Respon tersebut tergantung pada spesies, bagian tumbuhan, fase perkembangan, konsentrasi hormon, interaksi antar hormon, dan berbagai faktor lingkungan.

Terdapat lima hormon tumbuhan yang dikenal, yaitu auksin, giberelin, sitokinin, gas etilen, dan asam absisat (ABA). Mari cermati.

a. Auksin

Istilah auksin pertama kali digunakan oleh Frits Went yang menemukan bahwa suatu senyawa menyebabkan pembengkokan koleoptil ke arah cahaya. Pembengkokan koleoptil yang terjadi akibat terpacunya pemanjangan sel pada sisi yang ditempeli potongan agar yang mengandung auksin.

Auksin yang ditemukan Went kini diketahui sebagai asam indol asetat (IAA). Selain IAA, tumbuhan mengandung tiga senyawa lain yang dianggap sebagai hormon auksin, yaitu 4-kloro indolasetat (4 kloro IAA) yang ditemukan pada biji muda jenis kacang-kacangan, asam fenil asetat (PAA) yang ditemui pada banyak jenis tumbuhan, dan asam indolbutirat (IBA) yang ditemukan pada daun jagung dan berbagai jenis tumbuhan dikotil.

Auksin berperan dalam berbagai macam kegiatan tumbuhan di antaranya adalah:

1) Perkembangan buah

Pada waktu biji matang berkembang, biji mengeluarkan auksin ke bagian-bagian bunga sehingga merangsang pembentukan buah. Dengan demikian, pemberian auksin pada bunga yang tidak diserbuki akan merangsang perkembangan buah tanpa biji. Hal ini disebut partenokarpi.

2) Dominansi apikal

Dominansi apikal adalah pertumbuhan ujung pucuk suatu tumbuhan yang menghambat perkembangan kuncup lateral di batang sebelah bawah. Dominansi apikal merupakan akibat dari transpor auksin ke bawah yang dibuat di dalam meristem apikal.

3) Absisi

Daun muda dan buah muda membentuk auksin, agar keduanya tetap kuat menempel pada batang. Tetapi, bila pembentukan auksin berkurang, selapis sel khusus terbentuk di pangkal tangkai daun dan buah sehingga daun dan buah gugur.

4) Pembentukan akar adventif

Auksin merangsang pembentukan akar liar yang tumbuh dari batang atau daun pada banyak spesies.

b. Giberelin

Giberelin pertama kali ditemukan di Jepang pada 1930 dari kajian terhadap tanaman padi

yang sakit. Padi yang terserang jamur Gibberella fujikuroi tersebut tumbuh terlalu tinggi. Para ilmuwan Jepang mengisolasi zat dari biakan jamur tersebut. Zat ini dinamakan giberelin. Bentuk-bentuk giberelin diantaranya adalah GA3, GA1, GA4, GA5, GA19, GA20, GA37, dan GA38. Giberelin diproduksi oleh jamur dan tumbuhan tinggi.

Giberelin disintesis di hampir semua bagian tanaman, seperti biji, daun muda, dan akar. Giberelin memiliki beberapa peranan, antara lain:

1) Memacu perpanjangan secara abnormal batang utuh.

2) Perkecambahan biji dan mobilisasi cadangan makanan dari endosperm untuk pertumbuhan embrio.

3) Perkembangan bunga dan buah.

4) Menghilangkan sifat kerdil secara genetik pada tumbuhan.

5) Merangsang pembelahan dan pemanjangan sel.

c. Sitokinin

Kinetin merupakan sitokinin sintetik yang pertama ditemukan oleh Carlos Miller pada ikan kering. Setelah itu ditemukan senyawa sitokinin yang lain dalam endosperma cair jagung, yaitu zeatin. Sitokinin sintetik lainnya adalah BAP (6-benzilaminopurin) dan 2-ip. Sitokinin mempunyai beberapa fungsi, antara lain:

1) Memacu pembelahan sel dalam jaringan meristematik.

2) Merangsang diferensiasi sel-sel yang dihasilkan dalam meristem.

3) Mendorong pertumbuhan tunas samping dan perluasan daun.

4) Menunda penuaan daun.

5) Merangsang pembentukan pucuk dan mampu memecah

masa istirahat biji (breaking dormancy).

d. Gas etilen

Buah-buahan terutama yang sudah tua melepaskan gas yang disebut etilen. Etilen disintesis oleh tumbuhan dan menyebabkan proses pemasakan yang lebih cepat. Selain etilen yang dihasilkan oleh tumbuhan, terdapat etilen sintetik, yaitu etepon (asam 2-kloroetifosfonat). Etilen sintetik ini sering di gunakan para pedagang untuk mempercepat pemasakan buah.

Selain memacu pematangan, etilen juga memacu perkecambahan biji, menebalkan batang, mendorong gugurnya daun, dan menghambat pemanjangan batang kecambah. Selain itu, etilen menunda pembungaan, menurunkan dominansi apikal dan inisiasi akar, dan menghambat pemanjangan batang kecambah.

e. Asam absisat (ABA)

Asam absisat (ABA) merupakan penghambat (inhibitor) dalam kegiatan tumbuhan. Hormon ini dibentuk pada daundaun dewasa. Asam absisat mempunyai peran fisiologis diantaranya adalah:

1) Mempercepat absisi bagian tumbuhan yang menua, seperti daun, buah dan dormansi tunas.

2) Menginduksi pengangkutan fotosintesis ke biji yang sedang berkembang dan mendorong sintesis protein simpanan.

3) Mengatur penutupan dan pembukaan stomata terutama pada saat cekaman air.

2. Faktor Lingkungan

Faktor-faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, antara lain: cahaya, air, mineral, kelembapan, suhu, dan gaya gravitasi.

a. Nutrisi dan Air

Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan membutuhkan nutrisi. Nutrisi ini harus tersedia dalam jumlah cukup dan seimbang, antara satu dengan yang lain. Nutrisi diambil tumbuhan dari dalam tanah dan udara. Unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tumbuhan dikelompokkan menjadi dua, yaitu zat-zat organik (C, H, O, dan N) dan garam anorganik (Fe2+. Ca2+, dan lain-lain).

Berdasarkan jumlah kebutuhan tumbuhan, unsur-unsur dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu unsur makro dan unsur mikro. Unsur yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah besar disebut unsur makro. Contohnya: C, H, O, N, P, K, S, dan asam nukleat. Sedangkan, unsur mikro adalah unsur-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Contohnya: Cl, Mn, Fe, Cu, Zn, B, dan Mo. Pertumbuhan tanaman akan terganggu jika salah satu unsur yang dibutuhkan tidak terpenuhi. Misalnya, kurangnya unsur nitrogen dan fosfor pada tanaman menyebabkan tanaman menjadi kerdil. Kekurangan magnesium dan kalsium menyebabkan tanaman mengalami klorosis (daun berwarna pucat).

Pemenuhan kebutuhan unsur tumbuhan diperoleh melalui penyerapan oleh akar dari tanah bersamaan dengan penyerapan air. Air dibutuhkan tanaman untuk fotosintesis, tekanan turgor sel, mempertahankan suhu tubuh tumbuhan, transportasi, dan medium reaksi enzimatis.

Penemuan zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan menyebabkan manusia mengembangkan suatu cara penanaman tumbuhan dengan memberikan nutrisi yang tepat bagi tumbuhan. Contoh aplikasinya adalah kultur jaringan dan hidroponik. Kultur jaringan membudidayakan suatu jaringan tanaman menjadi tanaman kecil yang mempunyai sifat seperti induknya. Media tanam kultur jaringan berupa larutan atau padatan yang kaya nutrisi untuk tumbuh tanaman. Kultur jaringan ini dapat menghasilkan tanaman baru dalam jumlah banyak dalam waktu yang relatif singkat. Sedangkan, hidroponik adalah metode penanaman dengan menggunakan air kaya nutrisi sebagai media tanam. Untuk lebih memahami, mari cermati Tabel 1.1 Nutrisi tumbuhan berikut ini.

b. Cahaya

Kualitas, intensitas, dan lamanya radiasi yang mengenai tumbuhan mempunyai pengaruh yang besar terhadap berbagai proses fisiologi tumbuhan. Cahaya mempengaruhi pembentukan klorofil, fotosintesis, fototropisme, dan fotoperiodisme. Efek cahaya meningkatkan kerja enzim untuk memproduksi zat metabolik untuk pembentukan klorofil. Sedangkan, pada proses fotosintesis, intensitas cahaya mempengaruhi laju fotosintesis saat berlangsung reaksi terang. Jadi cahaya secara tidak langsung mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, karena hasil fotosintesis berupa karbohidrat digunakan untuk pembentukan organ-organ tumbuhan.

Perkembangan struktur tumbuhan juga dipengaruhi oleh cahaya (fotomorfogenesis). Efek fotomorfogenesis ini dapat dengan mudah diketahui dengan cara membandingkan kecambah yang tumbuh di tempat terang dengan kecambah dari tempat gelap. Kecambah yang tumbuh di tempat gelap akan mengalami etiolasi atau kecambah tampak pucat dan lemah karena produksi klorofil terhambat oleh kurangnya cahaya. Sedangkan, pada kecambah yang tumbuh di tempat

terang, daun lebih berwarna hijau, tetapi batang menjadi lebih pendek karena aktifitas hormon pertumbuhan auksin terhambat oleh adanya cahaya.

1) Fototropisme

Percobaan N Cholodny dan Frits went menerangkan bahwa pada ujung koleoptil tanaman, pemanjangan sel yang lebih cepat terjadi di sisi yang teduh daripada sisi yang terkena cahaya. Sehingga, koleoptil membelok ke arah datangnya cahaya. Hal ini terjadi, karena hormon auksin yang berguna untuk pemanjangan sel berpindah dari sisi tersinari ke sisi terlindung. Banyak jenis tumbuhan mampu melacak matahari, dalam hal ini lembar datar daun selalu hampir tegak lurus terhadap matahari sepanjang hari. Kejadian tersebut dinamakan diafototropisme. Fototropisme ini terjadi pada famili Malvaceae.

2) Fotoperiodisme

Interval penyinaran sehari-hari terhadap tumbuhan mempengaruhi proses pembungaan. Lama siang hari di daerah tropis kira-kira 12 jam. Sedangkan, di daerah yang memiliki empat musim dapat mencapai 16 – 20 jam. Respon tumbuhan yang diatur oleh panjangnya hari ini disebut fotoperiodisme. Fotoperiodisme dipengaruhi oleh fitokrom (pigmen penyerap cahaya). Fotoperiodisme menjelaskan mengapa pada spesies tertentu biasanya berbunga serempak. Tumbuhan yang berbunga bersamaan ini sangat menguntungkan, karena memberi kesempatan terjadinya penyerbukan silang.

Berdasarkan panjang hari, tumbuhan dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu:

a) Tumbuhan hari pendek, tumbuhan yang berbunga jika terkena penyinaran kurang dari 12 jam sehari. Tumbuhan hari pendek contohnya krisan, jagung, kedelai, anggrek, dan bunga matahari.

b) Tumbuhan hari panjang, tumbuhan yang berbunga jika terkena penyinaran lebih dari 12 jam (14 – 16 jam) sehari. Tumbuhan hari panjang, contohnya kembang sepatu, bit gula, selada, dan tembakau.

c) Tumbuhan hari sedang, tumbuhan yang berbunga jika terkena penyinaran kira-kira 12 jam sehari. Tumbuhan hari sedang contohnya kacang dan tebu.

d) Tumbuhan hari netral, tumbuhan yang tidak responsif terhadap panjang hari untuk pembungaannya. Tumbuhan hari netral contohnya mentimun, padi, wortel liar, dan kapas.

c. Oksigen

Oksigen mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan. Dalam respirasi pada tumbuhan, terjadi penggunaan oksigen untuk menghasilkan energi. Energi ini digunakan, antara lain untuk pemecahan kulit biji dalam perkecambahan, dan aktivitas tumbuhan.

d. Suhu udara

Pertumbuhan dipengaruhi oleh kerja enzim dalam tumbuhan. Sedangkan, kerja enzim dipengaruhi oleh suhu. Dengan demikian, pertumbuhan tumbuhan sangat dipengaruhi oleh suhu. Setiap spesies atau varietas mempunyai suhu minimum, rentang suhu optimum, dan suhu maksimum. Di bawah suhu minimum ini tumbuhan tidak dapat tumbuh, pada rentang suhu optimum, laju tumbuhnya paling tinggi, dan di atas suhu maksimum, tumbuhan tidak tumbuh atau bahkan mati.

e. Kelembapan

Laju transpirasi dipengaruhi oleh kelembapan udara. Jika kelembapan udara rendah, transpirasi akan meningkat. Hal ini memacu akar untuk menyerap lebih banyak air dan mineral dari dalam tanah. Meningkatnya penyerapan nutrien oleh akar akan meningkatkan pertumbuhan tanaman.

Sumber : http://gurumuda.com/bse/faktor-yang-mempengaruhi-pertumbuhan-dan-perkembangan-tumbuhan

Rachmawati, Faidah dkk, 2009, Biologi : untuk SMA/ MA Kelas XII Program IPA, Jakarta : Pusat perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, h. 6 – 15.

Kultur Jaringan Esha Flora: Inovasi Metode Budidaya <b>Anggrek</b>

Posted: 20 Aug 2010 09:05 AM PDT

Mungkin hal ini tidak akan terjadi seandainya saja banyak masyarakat yang pandaimemperbanyak atau membudidayakan anggrek. Sebenarnya teknik budidaya anggrek tidaklah sulit. Asal kita mengetahuiteknik penyerbukan bunga anggrek/termasuk juga penyilangan anggrek, teknikpenyebaran biji anggrek dan pembesarannya, serta teknik aklimatisasianggrek. Hal ini saja masih sangatjarang yang dapat melakukannya.

Sebelum Bebas, Aulia Pohan Sudah Bolak-balik ke Rumah

Posted: 20 Aug 2010 03:29 AM PDT

--> Jakarta - Terpidana kasus aliran dana Bank Indonesia (BI) Aulia Pohan, secara resmi baru bebas bersyarat pada 18 Agustus 2010. Namun ternyata, sebelum bebas pun Aulia sudah bolak balik antara rumah dan penjara.

Dalam pantauan detikcom, kediaman Aulia Pohan tampak sepi. Hanya seorang penjaga rumah saja terlihat di depan rumah berwarna gading tersebut.

"Bapak sudah pulang, Pak?" tanya detikcom ke penjaga rumah bersafari hitam di Jl Cibeber III, Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (20/8/2008).

Penjaga itu menjawab, "Bapak sudah lama pulang".

Apa maksudnya sudah lama pulang? Bukankah Aulia baru bebas tanggal 18 Agustus 2010 kemarin?

"Kadang pulang ke rumah, kadang ke Lapas," ujar penjaga itu.

Namun tak lama, jawaban pria itu berubah. "Bapak tidak ada, tidak ada," katanya sambil cepat-cepat masuk ke dalam pagar rumah berlantai dua itu.

Beberapa saat kemudian ada kijang boks berwarna biru tua berhenti di depan rumah itu. Kemudian turun sesorang yang membawa bunga Anggrek putih menghampiri pintu rumah.

"Bunga ini bukan buat bapak, ini buat ibu yang ulang tahun," elak pembawa bunga itu.

Besan Presiden SBY tersebut keluar dari LP Salemba sejak 18 Agustus 2010.
Selain Aulia, tiga mantan pejabat BI lainnya yaitu Maman Somantri, Aslim Tadjuddin dan Bunbunan Hutapea juga bebas pada hari yang sama. Mereka semua terkait pada kasus yang sama yaitu aliran dana BI.
(nal/fay)


Tetap update dgn berita DETIK ikuti sms berlangganannya, ktk REG DETIK kirim ke 3845 (Telkomsel, Indosat, Three)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Bunga Anggrek | Facebook

Posted: 18 Aug 2010 09:42 PM PDT

Sign Up Sign up for Facebook to connect with Bunga Anggrek.

Bunga Anggrek Bulan | Bunga Rawa Belong | Florist Jakarta

Posted: 18 Aug 2010 04:13 PM PDT

Bunga Anggrek Bulan | Bunga Rawa Belong | Florist Jakarta

bungarawabelong.com Anggrek bulan termasuk dalam tanaman anggrek monopodial yang menyukai sedikit cahaya matahari sebagai penunjang hidupnya. Daunnya berwarna hijau dengan bentuk memanjang. Akar-akarnya berwarna putih dan berbentuk bulat memanjang serta terasa berdaging. Bunganya memiliki sedikit keharuman dan waktu mekar yang lama serta dapat tumbuh hingga diameter

<b>Anggrek</b> Pensil di Danau Dendam Tak Sudah | Wartadigital.Com - Satu <b>...</b>

Posted: 17 Aug 2010 09:19 PM PDT

"Dari jumlah itu sudah dikembalikan ke habitatnya di sekitar DDTS sebanyak 200 batang dan sudah hidup secara alami, sehingga warga Bengkulu ke depan akan menikmati keindahan bunga anggrek pensil tersebut," paparnya. ...

Anggrek Pensil di Danau Dendam Tak Sudah

Posted: 17 Aug 2010 08:06 PM PDT

BENGKULU, KOMPAS.com - Balai konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Bengkulu berhasil membudidayakan anggrek pensil yang terancam punah di sekitar Danau Dendam Tak Sudah, Kota Bengkulu.
    
"Anggrek pensil (vanda hookeriana) itu awalnya ditemukan beberapa batang pada habitatnya di kawasan Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) kemudian dibudidayakan," kata Kabag Tata Usaha Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Suaprtono, Rabu (18/8/2010).
    
Setelah dibudidayakan, tanaman langka itu mulai berkembang biak dan rencananya akan ditanam kembali pada habitat awal di sekitar obyek wisata DDTS tersebut.
    
Awalnya, bunga langka itu ditemukan hanya tujuh batang, sekarang sudah berkembang menjadi 400 batang dan tumbuh cukup baik seperti alami.
    
Bunga anggrek itu selama tumbuh di sekitar DDTS dalam kawasan Cagar Alam Dusun Besar (CADB), namun populasinya hampir punah akibat habitatanya rusak terbakar saat musim kemarau.
    
Bunga langka di dunia itu awalnya sangat banyak tumbuh di sekitar Danau Dendam tersebut, namun akibat kerusakan kawasan hutan cagar alam di bagian hulunya, debit air danau turun drastis pada saat musim kemarau.
    
Padahal, anggrek yang punya nilai jual tinggi itu hidup menumpang pada bunga bakung (crinum asiaticum), sementara bunga bakung itu banyak yang mati akibat surutnya permukaan air danau dan terbakar pada musim kemarau.
    
Dalam surveinya di sekitar DDTS beberapa tahun lalu itu, berhasil menemukan beberapa puluh batang bunga vanda yang masih hidup sempurna, tujuh batang di antaranya diambil dan dibudidayakan untuk diselamatkan dari kepunahan.
    
Pembudidayaan bunga vanda itu kerja sama dengan Ny. Maimuna, salah seorang penggemar anggrek di Kota Bengkulu dan kini sudah berhasil dikembangkan sebanyak 400 batang.
    
"Dari jumlah itu sudah dikembalikan ke habitatnya di sekitar DDTS sebanyak 200 batang dan sudah hidup secara alami, sehingga warga Bengkulu ke depan akan menikmati keindahan bunga anggrek pensil tersebut," paparnya.
    
Di Provinsi Bengkulu anggrek pensil satu-satunya hidup dirawa-rawa di sekitar DDTS dalam CADB, namun di habitanya itu sekarang sudah sangat jarang dijumpai dan terancam punah.
    
Untuk mengatisipasi kepunahan bunga langka itu, BKSDA berupaya untuk membudidayakannya dan terbukti berhasil, sehingga bunga vanda tersebut masih aman dari kepunahan.
    
Bunga anggrek pensil mempunyai warna yang indah dan menawan serta mempunyai kesegaran yang tahan lama (22 hari), bunga tersebut merupakan salah satu jenis anggrek di Indonesia yang dapat merebut hati masyarakat Inggris.
    
Saat Inggris menduduki Bengkulu sekitar tahun 1882, bunga langka itu dinobatkan sebagai "Ratu Anggrek" dan pernah mendapatkan hadiah "Fist Class Certificate".
    
"Anggrek ini pertama kali ditemukan oleh Lobb di Labuan, Kalimantan, namun vanda hookerinia diberikan sebagai penghormatan terhadap Sir William Jackson Hooker, seorang mahaguru ahli botani yang pernah menjabat sebagai direktur kebun raya Kew Inggris," kata Supartono.

Habibie Kunjungi Makam Ainun di HUT RI

Posted: 17 Aug 2010 12:27 AM PDT

JAKARTA - Mantan Presiden Republik Indonesia BJ Habibie merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-65 Republik Indonesia dengan cara berbeda. Habibie mengunjungi makam sang istri, Hasri Ainun Habibie.  
Menurut keterangan petugas Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Joko, Habibie beserta keluarga besar yakni anak dan cucunya berencana berziarah ke makam Ainun.
 
“Nanti jam 3 bapak ke sini, biasanya bersama anak dan cucunya,” ujar Joko kepada okezone, Selasa (17/8/2010).
 
Pantauan di lapangan, di pusara Ainun yang berada di Blok M sudah diletakkan enam bangku plastik berwarna biru. Serta rangkaian bunga melati sebanyak dua ikatan dan satu ikat bunga anggrek yang semuanya dimasukkan dalam pot.
 
Untuk bunga sendiri, kata Joko, rutin diganti setiap tiga hari sekali sesuai permintaan Habibie. “Itu sesuai kemauan Pak Habibie,” pungkas Joko
(lsi)

Danau Dendam Tempat Untuk Ngabuburit

Posted: 16 Aug 2010 01:51 AM PDT

BENGKULU, KOMPAS.com - Warga Kota Bengkulu selama bulan Ramadhan ini memadati obyek wisata Danau Dendam Tak Sudah, setempat, terutama menjelang berbuka dan setelah salat subuh.

"Sambil menunggu waktu berbuka puasa kami bersama keluarga menikmati hijaunya air danau Dendam, sedangkan di kawasan itu banyak juga berbagai jenis makanan ringan dijual pedagang," kata Himawan, Senin (16/8/2010).

Setiap sore hari tempat duduk di kawasan itu penuh dipadati pengunjung ada juga yang memancing ikan bersama keluarga, karena hawanya cukup sejuk dan bisa menahan dahaga di sore hari.

Sedang pagi harinya usai salat subuh berjalan bersama keluarga dengan menikmati areal persawahan di sekitar itu sambil menunggu nelayan pulang menangkap ikan.

"Kami pulang setelah dapat ikan yang dijajakan para nelayan danau itu, dengan harga relatip murah bila dibandingkan dengan harga di pasaran," katanya.

Seorang pedagang makanan dan minuman kelapa muda di kawasan itu Siti fatimah menuturkan, pengunjung selama bulan puasa ini meningkat dua kali lipat karena mereka gratis ke obyek wisata tersebut.

Obyek wisata Danau Dendam itu berada di poros jalan Dusun Besar- Desa Suabaya yang merupakan jalan lintas tengah Bengkulu-Curup-Lubuk Linggau, Sumsel.

Selama ini obyek wisata itu hanya sebagai pelintasan jalan umum, namun pada bulan puasa ini banyak masyarakat berisitrirahat menunggu waktu berbuka puasa.

Sedangkan pagi harinya banyak anak remaja memadati seluruh anjungan yang menghadap ke danau sambil menikmati mata hari terbit, disamping melihat nelayan menangkap ikan.

"Menu makanan yang disajikan pedagang di kawasan itu selain kelapa muda, juga berbagai minuman lezat lainnya, jagung panggang, roti bakar dan berbagai masakan khas Bengkulu," katanya.

Sementara Kepala Balai konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Andi Basrah melalui Kabag TU Supartono mengatakan, Danau dendam tak Sudah itu termasuk dalam kawasan Cagar Alam Dusun Besar.

Di sekitarnya tumbuh berbagai jenis tanaman langka antara lain tanaman langka yaitu bunga anggrek pinsil (vanda hookeriana), yang terancam punah, di samping air danau itu menjadi satu-satunya irigasi ribuan hektare areal persawahan warga Kota Bengkulu.

"Sampai sekarang dilarang mendirikan bangunan permanen di sekitarnya karena akan merusak keaslian Danau yang bersejarah itu," katanya.

Budidaya Tanaman <b>Anggrek</b>:Distributor Pupuk Tanaman Produksi <b>...</b>

Posted: 15 Aug 2010 09:56 AM PDT

You're here: Home » Budidaya Tanaman Anggrek

Alun-Alun Kota Ponorogo Yang Identik Dengan Pasar Malamnya

Posted: 15 Aug 2010 07:46 AM PDT

Alun Alun di setiap kota di Indonesia memiliki ciri yang unik dan menarik, tiap kota pasti berbeda penataan dan memiliki keunikan tersendiri. Begitu juga Alun-Alun  di kota kami yaitu di kota Ponorogo Jawa Timur.

Alun-Alun adalah sebuah tempat dimana sering diadakan berbagai jenis acara ditempat tersebut. Dari upacara bendera, tempat diadakan berbagai lomba semacam Agustusan, dan juga Alun-Alun Kota Ponorogo sangat identik dengan adanya sebuah pasar malam.

Alun-Alun Kota Ponorogo adalah berupa tanah lapang dimana  di keempat sudutnya berdiri beberapa patung singa simbol dari kesenian Reyog Ponorogo. Dibagian barat Alun-Alun berdiri beberapa stan tempat menjual berbagai pernik mulai dari sepatu, sandal, tas, aksesoris handphone, buah-buahan dan terlihat di bagian barat Alun-Alun berdiri sebuah Masjid dengan arsitektur berwarna hijau.

Dibagian selatan Alun-Alun, berdiri beberapa stan juga dan pusat perbelanjaan yang bernama Ponorogo Permai dan sering disingkat oleh kebanyakan orang dengan sebutan Poper. Dibagian Timur berdiri sebuah gedung film bernama Apollo tapi beberapa tahun tidak beroperasi entah apa sebabnya. Dibagian utara Alun-Alun adalah tempat berpusatnya kantor pemerintahan kabupaten dimulai dari Pendapa kabupaten, Gedung Pemkab kab. Ponorogo yaitu Tempat kantor pusat  Bupati, di sebelahnya yang masih saya ingat adalah berdiri sebuah radio pemerintah bernama RKPD Ponorogo. hehe…menjadi teringat beberapa tahun yang lalu sering mendengarkan radio ini.

Bercerita tentang keadaan Alun-Alun pasti identik dengan adanya  pasar malam dan segala hal yang ada didalamnya. pasti anda sekalian sudah pernah mengetahui dan melihatnya secara langsung. Mungkin di kota anda atau anda pernah mampir atau mengunjungi sebuah kota yang pada saat itu kebetulan diselenggarakan sebuah acara yaitu Pasar Malam. Begitu juga dengan Alun-Alun di kota kami.

Jalan-jalan kami kali ini bersama keluarga adalah ke Pasar Malam kota Ponorogo tercinta. Waktu mudik kemarin saya 3X mengunjungi Pasar Malam di kota kami ini.  pertama, kurang 1 hari saat Idul fitri, kedua hari ke-5 saat Idul Fitri dan terakhir ketika saya akan kembali bekerja ke Hong kong lagi sekalian mencari oleh oleh buat majikan dan saudara yang berada di tanah rantau.hehe…ini juga termasuk traveling toh, walaupun hanya jalan-jalan di seputaran kota saja ^_^.

Mudik Idul Fitri 2009 kemarin kami sengaja “mlaku-mlaku bareng” atau ”jalan-jalan bareng”. Karena waktu libur yang dikasih majikan saya di Hong Kong hanya 2 minggu saja, otomatis saya hanya jalan jalan di seputaran kota Ponorogo. Bersama bapak, kakak dan adik (karena ibu ada urusan lain jadi beliau tidak ikut dalam jjs kali ini) lah saya mengujungi Pasar Malam kembali.

Beberapa tahun tidak pulang ke tanah air, saya semakin takjub dengan perkembangan kota Ponorogo tercinta. banyak sekali perubahan perubahan  di setiap pojok kota ini, dari banyaknya lampu merah di setiap perempatan kota dan berbagai bangunan baru di setiap sudut sudut kota Ponorogo.

Selain Plesir ke Telaga Ngebel, mudik kemarin saya rame rame mengajak kakak dan adik yang kebetulan mereka mendapatkan jatah libur dari tempat kerjanya. mengajak mereka serasa reuni saat masa kecil kami bertiga….hehe. Menjadi teringat saat masa kecil, ketika itu orangtua kami mengajak jalan pertama kali ke kota.

Padahal yang dimaksud kota menurut pandangan kami adalah pusat kota Ponorogo yang dimulai dari Alun-Alun Kota, Pasar Legi (setelah terjadi kebakaran beberapa waktu lalu. nama Pasar Legi berganti dengan Pasar Songgolangit), dan tempat  yang  banyak dikunjungi kebanyakan orang. Pertama kali diajak ke Kota, rasa kagum seakan menyeruak dalam pandangan kami bertiga. Karena kami yang hanya anak  desa ketika diajak jalan ke kota, seketika ada rasa yang berbeda dalam pandangan kami bertiga ketika itu.

Inikah keramaian kota yang sering menjadi pembicaraan kebanyakan orang di kampung kami? begitulah rasa heran dan takjub berkali-kali menari-nari dalam benak kami masing masing. bahkan rasa takjub itu sampai terbawa ke alam mimpi….

Saya masih ingat, ketika pergi ke kota bapak membonceng kakak dan adik saya, dan ibu membonceng saya dengan sepeda angin masing-masing. Dan sampai sekarang ketika kami sudah bekerja jauh di perantauan, sepeda angin yang dipunyai bapak  ibu masih ada dan beliau gunakan kemana saja. duh, saya menjadi kangen ingin bersepeda keliling kampung kami di pelosok kota Ponorogo sana^^

Apalagi, ketika kami diajak bapak ke Pasar Malam di Alun-Alun kota Ponorogo dan sepulangnya di tangan kami masing-masing ada sebungkus Kue Putu. rasa bahagia langsung merona dalam wajah kami bertiga. tak ada mainan apapun yang menjadi oleh oleh sepulangnya dari Pasar Malam ketika itu, hanya sebungkus Kue Putu. hanya itu, tapi kami merasa sungguh bahagia mendapat oleh-oleh tersebut.

Melanjutkan cerita tentang Pasar Malam, Kenapa dinamakan dengan Pasar Malam?! Kenapa tidak Pasar Pagi, Pasar Siang atau Pasar Sore saja?!

Sebenarnya, Sebuah Pasar Malam-pun tidak hanya pada saat malam hari pengunjung berdatangan, pada pagi hari, siang hari, ataupun sore hari para pengunjung  yang berjubel, berdatangan kepasar ini. Yang paling ramai adalah pada saat malam hari setelah bakdha Maghrib, dipastikan pengunjung yang kebanyakan datang bersama keluarga yang hanya sekedar berjalan-jalan, melihat keramaian pasar malam ini dengan segala keunikan nya, membeli sesuatu yang tidak ditemui pada hari-hari biasa ditempat ini otomatis kalau kita mencari barang yang kita butuhkan pasti akan kita temukan. Dengan harga yang miring pula dan tentu dengan kualitas yang hampir sama [pengalaman pribadi]. Nah maka kita kebanyakan akan menyebutnya dengan Pasar Malam.

Pasar Malam yang berada di kota kami pun mempunyai keunikan tersendiri, tidak setiap malam pasar ini diadakan. Kita akan menemui Pasar Malam ini pada  1 minggu sebelum Idul Fitri tiba, Pada 5 hari sebelum tanggal 1 Hijriyah  dan sekitar bulan Agustus lah, Pasar Malam dikota kami diadakan. dan pada bulan Hijriyah tiap tahun nya diadakan pula lomba Reyog Nasional, bukan saja pesertanya dari kota Ponorogo saja tetapi dari seluruh propinsi di Indonesia, bahkan ada peserta dari   luar Indonesia.

Berbagai macam penjual pun menjajakan dagangannya di dalam Pasar Malam ini.Disepanjang jalan menuju Alun-Alun kota Ponorogo saat malam hari, dipastikan akan banyak tempat penitipan Mobil, sepeda motor yang full akan para pengunjung yang menitipkan kendaraan bermotornya. Di seputaran Alun-Alun kota tempat acara berlangsung, hirup pikuk pengunjung datang dan pergi. Kita yang hanya ingin sekedar menikmati malam hari di Alun Alun kota bisa duduk disekitar Pendapa Alun Alun Kota atau di trotoar yang disitu ada banyak penjual jagung bakar manis  & pedas yang bisa kita pesan sesuai selera tentu dengan harga yang murah meriah pula.

Ada juga berbagai penjual yang menjajakan berupa-rupa jualannya, ada Tahu Petis, Kacang Rebus, Kue Putu, Manisan Gula Gula, Martabak, Sate Ayam khas Ponorogo, Soto Ayam, Rawon, Bakso, Nasi Goreng dan penjual  yang lain yang menjajakan jualannya di setiap stan stan yang mereka sewa dengan menggunakan gerobak yang didesain sedemikian rupa. Dan keluarga kami paling menyukai Tahu Petis yang dijajakan di Alun Alun kota ini, dan dipastikan setiap mengunjungi Pasar Malam tidak pernah lupa akan oleh oleh yang satu ini. Murah meriah dan enak rasanya.

Di seputaran Alun Alun kota, kita yang ingin mengelilinginya bukan dengan jalan kaki, pun dimanjakan dengan berbagai Andong/Delman yang bersedia mengantarkan kita keliling Alun Alun. Seorang Kusir yang berpakaian khas hitam hitam ala Warok jaman dahulu kala dengan senyum ramahnya akan membawa kita mengelilingi Alun Alun dengan tarif yang murah saja.

Didalam Pasar Malam, ada banyak penjual menjajakan dagangannya. Ada penjual berbagai macam jenis baju, ada baju dewasa anak anak, baju muslim, baju batik berbagai mode, jilbab & mukena, penjual pernak pernik oleh oleh khas Kota Ponorogo ada Reyog mini, kaos bertuliskan Reyog Ponorogo Indonesia, penjual Vcd, sampai stan yang menjajakan kebutuhan ibu rumah tangga pun tersedia di tempat ini.

Ada juga stan yang menjual  panci, wajan dan semua hal yang berkaitan dengan dunia dapur. ada pula stan penjual bunga asli dari mulai bonsai, berbagai jenis bunga: Anggrek, Gelombang Cinta, bunga bunga yang lain pun tersedia disini.

Disudut tempat lain, kita yang ingin mencari celengan jaman dulu kala semisal berbentuk ayam-ayaman, sapi-sapian,kuda-kudaan,harimau-harimauan pun tersedia juga, yang kesemuanya berasal dari bahan tanah liat yang dibakar dan dicat sedemikian rupa. Tentu kita pun harus pintar menawarnya, agar kita tidak terkecoh dengan harga yang ditawarkan oleh penjualnya. ada juga bermacam-macam mainan anak anak tersedia di Pasar Malam ini dimulai dari komodi putar, mobil-mobilan dan lain sebagainya.
Ditambah lagi, di berbagai sudut di stan mereka masing masing ada juga yang menjual berbagai rupa rupa yaitu oleh-oleh khas kota Ponorogo dimulai dari Jenang Ketan pak Teguh di jalan Wibisono yang terkenal enak karena bungkusnya pun unik menyerupai bungkusan dodol, jadi banyak yang mengira makanan tersebut adalah dodol tapi setelah mencicipi eh ternyata adalah Jenang Ketan. dan pilihan Jenangnya pun beragam, ada Jenang Waluh, Jenang Krisik, dan jenis jenang lainnya. ada pula oleh oleh lain semacam keripik dan kue kue dan lain-lain.

Jika anda nanti menyempatkan berkunjung ke kota Ponorogo, silahkan menikmati juga Kirab Karnaval pada tanggal 1 Hijriyah yang tahun lalu diadakan tanggal 18 Desember, untuk tahun ini saya belum mendapat kabar kapan acara tersebut akan diadakan kembali. Saat kirab ini yang dimulai dari Kota Lama menuju Kota Baru, yaitu dari seputaran makam Batoro Katong (pendiri kota Ponorogo) menuju Alun Alun kota, kita akan menikmati sajian berbagai macam hal dari keunikan karnaval di kota kami.

Ada puluhan Delman yang dihias sedemikian rupa yang didalamnya penumpang dari mulai Bupati, Para instansi pemerintahan dari mulai kepala desa, camat sampai Pemenang lomba ke-putri-an di Ponorogo yaitu Kakang Senduk, akan berhias dengan cantik dan gagahnya. ada pula dari sekolah sekolah di kota Ponorogo yang menampilkan berbagai atraksi semisal drum band, berbagai siswa berhias sedemikian rupa. di tambah lagi biasanya ada sekelompok instansi pemerintah yang menampilkan kesenian asli kota Ponorogo yaitu Reyog juga mengikuti karnaval di setiap tahunnya.

Banyak pengunjung dari kota tetangga dan bahkan luar kota, bahkan ada beberapa wisatawan asing rela berjubel dengan warga sekitar hanya untuk menikmati Kirab yang diadakan 1 tahun sekali di kota Ponorogo ini.

Yuk,kita sama sama menikmati Pasar Malam di kota kami ya. Hehe…saat ini hanya bisa membayangkan saja tentunya. Menikmati Tahu Petis, ataupun Jagung Bakar yang yummy yummy rasanya….
Menuliskan cerita perjalanan kami ini, serasa saya balik ke kampung halaman kembali. Yuk…nanti ramai-ramai datang ke kota Ponorogo ya….(Promosi)


HIKMAH POHON JATI

Posted: 10 Aug 2010 03:04 AM PDT

Kebanyakan orang mengartikan perubahan sebagai menggantikan semua nilai yang ada dengan menyuplai kepribadian dengan nilai-nilai baru. Bahkan, dengan pengertian yang demikian, orang-orang tertentu bersedia melepaskan seluruh nilai kepribadian dari dalam diri, dan digantikannya dengan nilai-nilai baru yang diimpor, atau disadur dari produk luar.

Nilai-nilai lama yang mengakar tercerabut karena ketergiuran dengan identitas baru yang bergaransi pasar. Mereka merasa memiliki kepribadian yang marketable ketika menjadi orang lain (the other). Pesan kata-kata hikmah di atas menyiratkan hal yang demikian, bahwa apapun hasil dari sebuah proses, potensi dari dalam menjadi bagian inheren perubahan. Dengan demikian, perubahan tidak semestinya membuat seseorang beranjak dari otentisitas kediriannya.

Dalam skup Besar

Dewasa ini, kita terbiasa dengan meminjam identitas. Padahal hanya untuk sebuah ukuran tertentu, kita cenderung menelantarkan otentisitas. Dalam skup besar misalnya, untuk menjadi sebuah negara demokrasi, kita tak jarang menelan mentah-mentah aliran demokrasi dari manapun asalnya. Padahal kita tahu, bahwa faham apapun, bila tidak berpijak pada nilai-nilai orizinil budaya setempat, maka faham tersebut akar rapuh, getas dan mudah rongsok bila ada getaran-getaran ringan di sekitarnya.

Di Indonesia misalnya, setiap lima tahunan, kita terus melakukan proses bongkar pasang (Removable) tata cara berdemokrasi. Hal seperti ini terjadi karena, kita tidak pernah berupaya menyatukan faham-faham budaya (kearifan lokal) sebagai pilar demokrasi itu sendiri.

Akibatnya, wajah demokrasi kita memiliki garis demarkasi yang terpisah begitu ekstrim antara entitas budaya dan demokrasi. Terbukti, dari pilkada ke pilkada, dari pilcaeg ke pilcaleg dan pilpres, kita sering mendulang konflik horizontal, sebagaimana yang terjadi di beberapa daerah ditahun 2010 ini. Pembakaran, kerusuhan yang berakibat pada kebangrutan moral dan materil, adalah sisi lain ketika otentisitas kultural terpola secara membabibuta oleh mekanisme demokrasi yang normatif dan rigid.

Cakupan kecil

Keniscayaan perubahan juga berlaku dalam skup diri manusia. Setiap manusia menginginkan perubahan dalam dirinya. Baik perubahan sikap, perilaku, tindak-tanduk dan tutur kata. Namun, perubahan yang bersifat inner-psikologi ini, selalu terbangun berdasarkan respon dan interaksi nilai. Baik yang bersumber dari hasil kontemplasi atau karena doktrinasi. Kedua-duanya selalu berurusan dengan nilai-nilai otentik yang sudah ada berdasarkan fitrah manusia.

Namun terkadang manusia selalu berasa "baru" dengan sentuhan luar. Dengan demikian untuk perubahan tersebut ia melepaskan nilai-nilai otentik yang menjadi pilar atau dasar dari penguatan perubahan jati diri. Perubahan bukanlah suatu entitas yang bermakna tunggal. Tapi bermakna plural. Karena perubahan adalah proses memperbaharui nilai-nilai yang telah mengotentik dalam diri. Bukan berarti meninggalkan. Pencapaian prestasi apapun akan terasa membekas, bila otentisitas tetap dipelihara. Pesan itulah yang tertuang dalam kata-kata hikmah di atas : "kita akan membuat prestasi dengan cara kita masing-masing di dunia ini maka jadilah orang yang otentik". S e m o g a


SBK: Selamat Hari Kemerdekaan Singapura ke-45

Posted: 09 Aug 2010 12:34 AM PDT

9 Agustus 2010, hari ini adalah hari kemerdekaan negara tetangga kita, Singapura. Selamat dan Sukses selalu kerja sama yang baik dengan bangsa Indonesia, dan menjadi tetangga yang baik yang saling menghormati dan menghargai kedaulatan negara.

Saya tidak bicara panjang lebar mengenai kemerdekaannya, atau perjanjian ekstradisi yang tidak pernah mau dilakukan… tetapi saya ingin bicara refleksi negara Indonesia yang sudah 20 tahun lebih dulu merdeka, yaitu sudah 65 tahun. Kematangan sebuah bangsa dan negara yang seharusnya lebih baik. Apalagi kalau kita bicara sejarah Majapahit dan Sriwijaya… Hmmm… sejarah panjang yang penuh pesona.

Apa yang membedakan rakyat Singapura dengan rakyat Indonesia… sedikit pun tak ada yang membedakan, multi etnis dan multi cultural, ada Melayu, Chines, India. Namun mengapa mereka dapat hidup dengan tertib dan disiplin. Belum lagi negara/kota yang demikian maju dan bersihnya. Sarana transportasi yang sangat luar biasa, pelayanan imigrasi yang demikian manusiawi, kerukunan umat beragama dan manusia.

Menakjubkannya Litle India dan China Town dengan kehidupan etnis dan agama didalamnya. Kombinasi yang luar biasa antara kemajuan kota dan teknologi dengan sejarah masa lalu, terbuktinya masih dipertahankannya, Masjid Tua dan kuil di tengah kota dan pembangunan gedung bertingkat pencakar langit tinggi menjulang, atau sarana transportasi MRT yang sampai menembus bumi (Kota dibawah kota).

Karakter masyarakatnya yang demikian disiplin dan tertib, begitu menjaga kebersihan kota…

Di tengah kemerdekaan negera Singapura, dengan segala perkembangannya yang demikian pesat, mari menjadi refleksi yang positif bagi negara kita untuk lebih baik lagi. Tak usah para pemimpin kita belajar jauh-jauh study banding ke Eropa atau Amerika. Mari belajar dari Singapura dalam pengelolaan dan pembangunan kota, mari kita belajar bagaimana hidup berdampingan penuh toleransi antara Melayu, China, India, antara Islam, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu, dll.

Mari kita refleksi diri tentang kebanggaan rakyat Singapura terhadap pemimpinnya dan juga negaranya. Mari kita tanpa rasa sombong dan besar kepala belajar dari negara kecil ini yang berkelas dunia (world class). Negara yang memiliki armada penerbangan terbaik di dunia, negara kecil yang memiliki bandara dan pelabuhan tersibuk di dunia, negara yang tidak punya resources tapi memiliki apa saja di dunia ini. Negara yang tidak memiliki anggrek, tapi menjadi pusat anggrek dunia dan menjadikannya bunga negara (Orchid).

Tak perlu kita malu atau sungkan mengakuinya… kita memang harus belajar dari Singapura.

(Tulisan ini tak mengurangi rasa cinta dan sayang saya pada Indonesia, negara tercinta, kaya raya, pusat peradaban asia tenggara mungkin juga dunia. Tulisan ini hanya melihat sisi positif yang bisa kita ambil dari negeri tetangga, Singapura… Selamat Ulang Tahun ke-45)


Mutiara, jangan tinggalkan aku!

Posted: 08 Aug 2010 08:35 PM PDT

class="fsize14 lh20">

         Pertandingan bola volley antar kelas pada sore hari di lapangan sekolah sangat ramai oleh suara pendukung masing-masing regu. Hari ini pertandingan antara kelas XII IPS 1 melawan kelas X.3. pertandingan memasuki babak ke 3, babak penentuan. Sorak sorai masing-masing pendukung bergemuruh memecah pagi hari yang terasa terik. Serangan balik antara dua regu silih berganti. Lapangan volley terasa sempit dengan sesaknya penonton yang mencoba meringsek ke depan.

        Posisiku sekarang ada di depan, di mana harus membalas serangan kelas X.3 yang ternyata tangguh-tangguh. Smash dari kelas X.3 sangat keras yang tak bisa dihalau oleh Agus pada posisi depan sebelah kanan. Bola langsung meluncur ke kiri, aku mencoba menyelamatkan bola tanpa memperhatikan posisi penonton. Akibatnya, aku jatuh diantara kaki penonton. Penontonpun kocar-kacir menyelamatkan diri dariku.

       "Aduh," teriakku kesakitan akibat kakiku terbentur lantai semen.

Untunglah, tempat jatuhku tempat para cewek melihat. Tanpa sengaja, saat kuberdiri, melihat sosok bidadari yang belum pernah kulihat selama bersekolah di SMU Harapan selama dua tahun lebih sedikit ini. Yang kulihat pertama adalah training warna merah muda, dan wajah putih nan sayu. Sangat tampak kelembutan pada dirinya. Siapa dia? Senyum manisnya mengembang saat melihatku mencoba berdiri.

       Selama babak penentuan ini, mataku tak henti-hentinya melihat kearahnya. Aku mencoba tenang, tapi rasa penasaranku semakin menjadi-jadi. Tak konsetrasinya aku, berbuah petaka. Kelas X.3 melakukan smash, perkiraanku umpan bola tak dapat dismash dengan keras dan pasti dapat dihalau oleh temanku. Akupun mundur untuk menyiapkan mengambil bola. Tapi tiba-tiba

       "Aduh!" bola mengenai kepalaku dengan sangat keras.

       Penonton teriak dan tertawa-tawa melihat aku terkena smash dengan telak. Rasa malu menjalariku. 'Ayo, konsentrasi,' hiburku. Gara-gara cewek imut berkerudung, aku jadi terkena smash di kepala. Aku lihat sekilas, dia hanya tersenyum melihat kejadian yang sangat memalukan buatku. Senyum manisnya mulai menggodaku. Akan kutunjukkan permainan terbaikku padanya.

       Aku perhatikan, gadis manis berkerudung itu selalu bersama teman perempuan sekelasku, Wiwin. Keadaan skor 23 – 15, kemenangan buat kelasku. Ketika aku dekat dengan Wiwin, "Win, siapa itu?" tanyaku padanya.

       "Udah, main aja. Ntar terkena smash lagi," jawab Wiwin dengan ledekannya.

Aku hanya menanggapinya dengan cengengesan. Gadis manis berkerudung itu hanya tersenyum kecil melihat reaksiku. Pokoknya, nanti aku harus kenal pada gadis yang telah membuatku terkena smash. Dan, akhirnya dengan perjuangan yang keras dan rasa malu yang kuderita, akhirnya kelasku menang. Sorak-sorai dan teriakan kemenangan dari anak-anak kelas XII.IPS.1 membahana seluruh lapangan olah raga yang berada di tengah-tengah sekolah.

        Aku sendiri tak menghiraukan kegembiraan teman-temanku. Mataku hanya mencari gadis manis berkerudung yang bersama Wiwin.

       "Win!" teriakku pada Wiwin yang sedang berjalan pulang.

       Yang kuteriaki menoleh diikuti juga gadis berkerudung di samping Wiwin.

       "Apa?" tanya Wiwin keheranan.

       "Kenalin sama di sebelahmu," pintaku pada Wiwin dengan setengah teriak.

       "Kenalan sendiri!" jawab Wiwin sekenanya.

       Aku menunjuk pada gadis manis berkerudung sambil mencoba tersenyum manis padanya. Gadis manis itu menjawab permintaanku dengan anggukkan kepala dan memberikan senyuman manis yang menghias bibir merah tipisnya.

       "B..e..s..o..k," kataku tanpa bersuara padanya sambil mengarahkan jari telunjukku pada dadaku lalu ke arahnya.

Iapun berlalu dengan meninggalkan senyuman manis buatku. Hatiku berbunga-bunga mendapatkan jawaban yang pasti darinya. Dari kejauhan, aku hanya melihat gadis berkerudung itu. Yang lainnya tampak buram buatku. Besok, aku harus bermain ke kosan Wiwin sepulang sekolah.

 

       Keesok harinya, sepulang sekolah.

       Dengan sabar, kucoba menunggu Wiwin membereskan peralatan sekolahnya.

        "Win, aku main ke kosanmu," pintaku padanya.

        "Ya," jawab Wiwin dengan cueknya.

        "Ni," kataku sambil memberikan coklat untuk menyuap Wiwin agar mau mengenalkanku pada temannya.

        "Suap, ya," tanya Wiwin dengan tangannya menyambar coklat yang kupegang, "ayo!" ajaknya.

        Aku mengikuti Wiwin dari belakang. Dalam pikiranku bertanya-tanya apa yang akan aku bicarakan dengan gadis manis berkerudung.   Pikiranku kacau dan jatungku tiba-tiba berdetak lebih keras begitu memasuki teras kosan Wiwin. Aku duduk di teras yang sempit menghadap ke jalan. Dari dalam, kudengar suara ribut dan tawa-tawa kecil dari penghuni kos cewek ini.

      "Yudis, ni orangnya," kata Wiwin di belakangku.

Lamunanku buyar dan segera kutengok ke samping kiri ternyata di belakangku telah berdiri Wiwin yang di sampingnya telah berdiri cewek manis berkerudung itu. Ia masih menunjukkan senyum manisnya di siang yang panas ini. Aku langsung berdiri dan mencoba menyembunyikan kegugupanku terhadapnya.

     "Yudis, Yudistira," kenalku padanya sambil mengulurkan tangan padanya. Ia menerima uluran tanganku. Aku rasakan kehangatan dan halus tangannya, sehingga darahku terasa mendidih hingga mau keluar dari tubuhku.

     "Mutiara," jawabnya pelan.

     "Udah pegangan tangannya," cletuk Wiwin, "aku tinggal dulu. Sekarang terserah kalian," kata Wiwin sambil melangkah masuk ke dalam kosan.

    "Trims," kataku padanya.

     Kami berdua duduk di teras kosan yang sempit ini. Tiara memakai kaos warna putih berlengan panjang dipadu dengan celana training merah muda dan jilbab putih. Walau hanya memakai pakaian yang sederhana, ternyata ia masih tampak cantik. Kulit wajahnya yang putih bersih, alis matanya yang melengkung bagai bulan sabit serta bibirnya yang tipis kemerahan menunjukkan kecantikan yang alami.

    Aku bingung mau bicara apa padanya. Apakah aku ceritakan kejadian kemarin saja, kataku dalam hati.

    "Tiara," panggilku pelan, "Kamu tahu tidak? Kenapa aku kemarin terkena smash dengan telak," lanjutku.

    Mutiara mejawabnya dengan gelengan kepala dan senyuman.

     "Sebenarnya, waktu itu……aku hilang konsentrasi karena pandanganku selalu pada kamu," terangku dengan terbata-bata.

    "Masa…… ," kata Mutiara menggodaku, "ya, aku tahu."

    "Ah, masa….," jawabku gantian menggodanya.

     Kamipun tertawa lepas membuat seisi kos mendehem-ndehem tak henti-hentinya. Akhirnya, kami berusaha menutup mulut dengan tangan agar tak bersuara.

    

     Hari-hari berikutnya.

     Hubunganku dengan Mutiara berjalan dengan baik dan lancar-lancar saja. Aku hanya menemuinya sepulang sekolah, pertemuan kami hanya satu atau dua jam saja. Sedangkan di sekolah aku jarang sekali menemuinya, hanya ingin menjaga privasi dirinya. Selain itu, dia jarang sekali terlihat di luar atau berada di kantin sekolah seperti cewek-cewek lainnya. Kerjaku saat jam istirahat hanya memperhatikannya dari jauh. Kebetulan kelas XI.IPA.1 berhadapan dengan kelasku, cuma dibatasi oleh lapangan olahraga. Dan jika kebetulan kami sama-sama tahu, aku hanya tersenyum dan melambaikan tanganku padanya. Tiara membalasnya dengan senyum manisnya.

     Tiara merupakan cewek yang sederhana dan pendiam. Kadangkala, aku dibuat bingung dengannya. Bingung mau bercerita apa di saat aku berdua dengannya. Yang kurasakan hanyalah rasa hatiku yang selalu berdesir bila dekat dengannya. Rasa seperti inilah yang membuatku betah bersamanya. Yang ia tunjukkan hanyalah tatapan mata dan senyum manisnya. Ya, senyum yang selalu menghiasi bibir tipis merahnya.

      

     Selesai jam olah raga, aku bersama-sama teman membeli minuman di kantin.

     "Ei, Win. Minumku kok tidak manis," kataku pada Wiwin yang kebetulan berada di depanku.

     "Ya sana, minta gula sama Mak'e," jawab Wiwin sekenanya.

     "Ah, tidak perlu," kataku sambil mengangkat gelas yang berisi teh dan badanku kuputar ke depan, "lihat Mutiara saja, minumanku sudah manis," lanjutku.

     Mutiara pada saat itu sedang lewat di depan bersama dengan dua temannya.

     "Dasar, anak gila," olok Wiwin padaku.

     "Ya, gila karena cinta. Hmm, gadis cantik dan manis seperti dia, siapa yang tidak suka," belaku.

      "Bagaimana hubunganmu dengan Tiara?" tanya Wiwin.

      "Baik,"

      "Sudah kamu tembak?"

      "Belum," jawabku sambil menggaruk kepala.

     "Kenapa?" tanya Wiwin penasaran.

     "Tidak tahu," jawabku pendek.

     "Dasar gila, mau kamu apakan Mutiara?" kata Wiwin dengan nada kesal.

     "Ah, gak tahulah Win. Aku begitu takut," jawabku dengan berat hati.

     "Jangan terlalu lama menggantung cewek," ingat Wiwin padaku.

     Peringatan Wiwin membuatku tersadar dengan keberanianku padanya. Dalam hatiku yang terdalam, aku begitu menyayanginya. Sayang yang tak bisa kuucapkan dengan kata-kata. Sayang yang begitu menyiksa diriku bila dekat dengannya. Sayang yang kadangkala membuatku merasa sangat bersalah.

     

     Dua minggu lagi hari ulang tahun Mutiara. Aku bingung akan memberikan hadiah apa untuknya. Akhir-akhir ini uang di kantongku habis untuk membeli buku persiapan Unas dan SPMB. Kesederhanaan Mutiara membuatku bingung untuk menentukan hadiah yang sesuai dengannnya. Mutiara tidak seperti cewek-cewek lainnya yang suka berdandan baik di luar sekolah atau waktu sekolah.

     Kurang dua hari lagi ulang tahun Mutiara, sekarang tanggal 3 November. Tanggal 5 ulang tahunnya, 'aduh bingung' keluhku dalam hati. Akhirnya, aku nekat memetik bunga anggrek milik ibu yang kebetulan sedang berbunga. Dua tangkai anggrek kuikat dengan pita warna merah muda dan kubungkus dengan plastik kado. Dengan hati-hati kuletakkan di dalam tas.

    Kelas bubar, aku langsung lari di pintu gerbang menunggu Mutiara pulang. Dari kejauhan tampak Mutiara berjalan bersama temannya. Saat melihatku, senyum manisnya mengembang seperti biasanya. Senyum seperti inilah yang membuatku selalu kangen padanya. Degupan jantungku makin keras, tubuhku merinding ketika Mutiara mulai dekat denganku. Hatiku menjadi tak tenang.

    "Nanti aja pulangnya," usulku pada Mutiara.

    Mutiara memberi kode pada temannya untuk pulang terlebih dahulu.

Kami berdua berdiri diam menunggu anak-anak lainnya sepi. Aku mengajaknya jalan dengan pelan-pelan menuju kosannya yang jaraknya kira-kira tiga ratus meter dari sekolah.

    "Selamat ulang tahun," kataku lirih.

    "Terima kasih, Mas," ucapnya dengan menatap mataku.

    Melihat tatapannya yang syahdu, membuatku kelabakan dan bingung. Aku mencoba mengambil rangkaian anggrek buatnya.

     "Aku hanya bisa memberi ini," aku ulurkan rangkaian anggrek padanya.

Mutiara mengambil dari tanganku diikuti senyum manisnya yang hanya untukku. Ia menatap anggrek di tangannya, lalu menoleh padaku.

     "Terima kasih," ucapnya.

     "Kubuat sendiri," terangku pada Mutiara, "Pasti aku nanti dimarahi ibu," lanjutku.

Mutiara menyenggolku dengan bahunya dan tertawa cekikian mendengar penjelasanku yang singkat.

     "Ada aja," kata Mutiara sambil terus memegang erat rangkaian anggrek di tangannya.

      Kulirik dia, 'ah, kamu memang cantik dan manis Mutiara. Seperti namamu, Mutiara yang putih dan cantik' pujiku dalam hati.

'Kuharap engkau tahu, jika sayangku padanya seperti bunga anggrek itu. Bunga yang memberi keindahan yang bertahan lama dan tak mudah rontok. Bunga yang dapat hidup, walau dengan air yang sedikit. Bunga yang memberi keindahan di tengah hutan yang menyeramkan. Bunga yang hidup bagaikan parasit. Ya kau bagaikan parasit yang ada di hatiku' kataku dalam pikiran. Kalimat yang tak terucap di mulutku.

     Sesampai di kosan, Mutiara langsung masuk ke dalam.

     "Apa itu, Tiara?" tanya salah satu temannya.

    "Suit, suit, yang baru diberi bunga," goda yang lainnya.

    "Apa-an sih," bela Mutiara.

    "Mas, aku gak diberi?" cletuk Indah yang terkenal usil.    "Udah tak ada. Itu spesial," jawabku sekenanya dari teras.

    "Spesial ni ye….," kata penghuni kos hampir bersamaan.

    "Iya, dong," belaku.

    "Nada-nadanya tambah lengket," goda Wiwin dari dalam.

     Mendengar ucapan Wiwin, aku hanya tersenyum. Mencoba meng-iya-kan ucapan Wiwin. Tapi, aku belum bisa mengucapkan kata-kata itu. Kalimat yang berisi tiga kata, 'aku cinta kamu'. Yang kubisa hanya memberikan perhatian padanya. Cinta dan sayang tak perlu diucapkan, tapi harus ditunjukkan dengan perhatian dan perilaku yang menggambarkan rasa cinta kita pada seseorang.

     Aku sendiri bingung menghadapi Mutiara. Bingung, apakah dia juga memiliki perasaan yang sama denganku? Dia adalah gadis yang begitu dingin, semua ekspresinya hanya ditunjukkan dengan senyuman. Senyum yang membuatku merindu tiap detik.

Hubunganku dengan Mutiara hampir setahun. Sekarang tiba waktunya aku harus meninggalkan sekolah dan juga meninggalkan gadis yang kusayang. Hatiku merasa limbung jika harus meninggalkan Mutiara. Meninggalkan sekolah aku bisa, tapi meninggalkan Mutiara, aku tak bisa. Dan ditambah lagi, aku diterima di salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya, yang berarti harus meninggalkan Banyuwangi dan Mutiara. Kami harus terpisah jarak tiga ratus kilometer dengan waktu tempuh enam jam perjalanan. Aku menetapkan hati untuk menjaga hati. Hati yang hanya untuk Mutiara.

     Perpisahanku dengan Mutiara ditandai dengan foto bersama saat acara perpisahan. Selama ini, aku belum memiliki fotonya. Aku berharap, foto itu akan membawa kenanganku dan menjaga hatiku padanya. Aku tak akan menuntut apa-apa pada Mutiara. Semoga, ia memahami aku.

Selama setahun hubunganku dengan Mutiara, aku belum pernah mengajaknya keluar. Bermain ke rumahnya saja aku belum pernah. Kadangkala, hatiku tersiksa dengan semua ini. Mungkin aku terlalu asyik dengan diriku sendiri. Asyik untuk mengejar cita-citaku. Di kelas XII, aku harus benar-benar siap menghadapi segala hal. Tapi, harus kuakui jika kehadiran Mutiara dalam kehdiupanku, membuatku semakin bersemangat. Hal ini kubuktikan bahwa aku dapat nilai terbaik satu sekolah.

   

     Dua bulan aku belum bertemu dengan Mutiara karena kegiatan perkulihanku yang begitu padat. Tiap minggu aku selalu berkirim kabar padanya. E-mail tentang kerinduanku padanya tak pernah kukirim padanya. Dan sebaliknya, ia pun selalu menceritakan hari-harinya dan kesibukannya di kelas XII seperti aku dulu.

    

    Setelah dua bulan penuh dengan kerinduan, akhirnya aku mencoba menemuinya saat pulang sekolah. Penantianku di depan gerbang terasa sangat lama sekali. Rasa hatiku tak karuan menunggu ia keluar dari pintu gerbang. Aku ingin membuat kejutan padanya. Debaran jantungnya menjadi-jadi saat mendengar bel pulang berbunyi. Beberapa detik kemudian, puluhan wajah mulai keluar dari gerbang sekolah. Aku mencoba memilah-milah wajah tuk mencari wajah lembut dan manis milik Mutiara.

     Dari kejahuan tampak wajah yang kukenal dengan sangat baik. Tapi dengan siapa ia berjalan? Ia terlihat sedang berbicara dengan seorang cowok yang berambut keriting. Aku tahu, cowok itu anak IPS. Ada apa Mutiara berbicara dengannya? Karena selama ini, Mutira tak pernah berjalan dengan cowok kecuali denganku. Aku berusaha menyembunyikan perasaanku dan kulambaikan tanganku padanya.

Ia sangat terkejut melihat kedatanganku yang tiba-tiba. Seperti biasa, ia tersenyum manis padaku. Dan cowok yang bersamanya berhenti berjalan di sampingnya.

     "Kok tidak cerita jika mau pulang?" tanya Mutiara dengan pelan.

     "Kejutan," belaku padanya.

     Kulihat cowok keriting tadi, ternyata ia sudah menghilang. Aku mencoba memendam semua pertanyaan yang ada dikepalaku.

     "Aku punya hadiah," kataku sambil memberikan kado padanya.

     "Apa ini?" tanya Mutiara penasaran.

     "Rahasia," jawabku, "bentar lagi kan ulang tahun. Mungkin aku tak bisa datang," terangku padanya.

     Ia tersenyum seolah-olah mengerti maksudku. Pertemuanku dengan Mutiara yang singkat, begitu berarti bagiku. Cinta itu memang aneh.

Sebulan kemudian, pada Jumat malam selepas maghrib, aku menemui Tiara di kosannya. Aku ditemuinya dengan sangat baik. Aku menceritakan pengalamanku selama kuliah di Surabaya dan ia pun menceritakan kegiatan sekolahnya yang padat dengan berbagai bimbingan.

     Di saat kami asyik bercerita, datanglah cowok yang pernah kulihat sebulan yang lalu. 'Ngapain ni orang datang kemari,' umpatku dalam hati. Maka beralihlah topik pembicaraan Mutira pada cowok keriting itu. 'Ada apa dengan dua orang ini?' tanyaku pada diriku sendiri dengan hati yang dongkol. Aku hanya membaca majalah yang kebetulan ada di meja. Aku mencoba tak mendengarkan ocehan mereka.

     Dengan perasaan dongkol, aku pamit pulang. Tapi aku berusaha menyembunyikan perasaan cemburuku pada Mutiara. Senyumku tetap kuberikan padanya. Dalam perjalanan pulang, otakku dipenuhi berbagai macam pertanyaan tentang Mutiara. Apakah kamu telah berpaling padaku? Apakah ini juga kesalahanku yang menggantung dirinya? Memang betul kata Wiwin pada waktu itu, 'jangan terlalu lama menggantung cewek, menyesal nanti.' Saat ini, aku sangat begitu menyesal. Rasa sayangku padanya membuat mulutku terkunci.

    

     Kereta Mutiara Timur membawaku kembali ke Surabaya, meninggalkan Mutiara hatiku. Ya, Mutiara yang telah membuatku bersemangat dan menjaga hatiku untuknya selama di Surabaya. Aku ingin kau bahagia, biarlah kau tentukan sendiri orang yang pantas untuk dirimu. Aku ingin kau bebas, sebebas burung-burung yang terbang di angkasa.

     Mulai kejadian itu, aku jarang sekali kembali ke Banyuwangi dengan alasan sibuk. Aku juga tidak pernah berkirim kabar kepada Mutiara. Dalam kado ulang tahun yang kuberikan telah kutulis isi hatiku padanya. Semoga ia dapat memahaminya. Hari-hari kulalui dengan rasa kangen yang menyesakkan dada. Aku tersiksa sekali dengan perasaan sayang dan rinduku pada Mutiara. Dalam kesendirianku, sering kupanggil nama Mutiara untuk melepaskan rinduku padanya. Fotoku berdua dengan Mutiara menjadi satu-satunya obat kangenku padanya.

Kegalauan hati membuatku tak mengurus diriku. Hampir enam bulan aku hidup dengan perasaan yang tak menentu, hingga aku lupa jika saat ini Mutiara telah lulus dari SMU. Kemana dia selepas dari SMU? Pertanyaan yang sangat menggangguku. Maka aku putuskan untuk bertanya pada teman karibnya.

     Dari percakapan telepon dengan Wina, aku diminta mengambil surat dari Mutiara yang titipkannya padanya. Mendengar keterangan Wina, maka aku putuskan pada malam hari kembali ke Banyuwangi dengan menaiki Mutiara Timur malam. Selama perjalanan, perasaanku tak tenang. Semalaman aku tak bisa memejamkan mata. Suara kereta yang bising menambah kegundahan hatiku yang penuh dengan tanya.

Sekitar jam sembilan pagi, aku meluncur ke rumah Wina yang kebetulan masih satu desa denganku. Wina telah menungguku di depan pintu rumahnya dan langsung memberikan sepucuk surat dengan amplop merah jambu. Dengan tangan gemetar dan jantung yang berdetak lebih cepat, kusobek surat merah jambu dari Mutiara. Dalam kertas berwarna merah jambu tampak tulisan indahnya tapi diantara kata-kata yang tertulis ada beberapa bagian yang ternoda dengan tetesan air. Air matakah itu? tanyaku dalam hatiku yang mulai tak menentu. Surat dari Mutiara tertulis sebagai berikut,

 

Salam kangen buat Mas Yudistira,

 

Ketika membaca suratku ini, mungkin aku sekarang sudah tidak berada disini. Aku akan berpindah ke luar Jawa, yaitu Papua dimana bapakku harus berpindah tugas disana.

Lama aku menunggu kabar dari Mas Yudistira sejak pertemuan terakhir kita. Pertemuan yang mungkin membuatmu bertanya-tanya. Sebenarnya aku dengan cowok itu tak ada hubungan apa-apa. Silahkan bertanya pada Wina, biarkan saja dia yang menjelaskan.

Dan yang perlu diketahui, di dalam novel "Ku ingin selamanya" kuletakkan rangkaian anggrek yang Mas berikan sebagai tanda rasa sayangku pada Mas Yudistira. Rangkaian Semoga saja, waktu dan takdir berpihak pada kita.

 

Yang selalu berharap,

 

Mutiara.

 

 

     "Yudis!" panggil Wina.

     "Ah, seandainya…. waktu dapat ku putar kembali," sesalku.

     "Sebenarnya Tiara hanya menjadi mak comblang buatku pada saat itu," terang Wina, "ya, memang berhasil. Tapi setelah acara perpisahan, aku ditinggalkan begitu saja oleh Toni. Dasar playboy!" lanjut Wina dengan berkaca-kaca.

     Kakiku lemas sehingga membuatku bersimpuh diteras Wina. Tak terasa, air mataku menetes. Rasa sesal dan bersalah menghantuiku. Ternyata aku begitu kejam terhadap orang yang sangat kusayang. Alasanku yang mencoba tak bertanya dan ketakutanku telah membawa Tiara pada kesedihan yang mendalam. Tak ada kata perpisahan yang indah buat Mutiara hatiku. Aku berharap bisa selamanya dengannya.

 


Ingin membantu petani <b>anggrek</b>, Mufidah Jusuf Kalla resmikan Kebun <b>...</b>

Posted: 05 Aug 2010 11:41 PM PDT

MI/Dede Susianti/rj
'Sudah cita-cita saya dari dulu untuk mengembangkan anggrek, mulai dari bibit. Tujuannya untuk membagi-bagikan kepada petani dengan harga murah," kata Mufidah Kalla disela sela peresmian Kebun Anggrek terbesar se Indonesia . Kebun bunga dan  bibit anggrek yang berada di Gunung Geulis, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor dan kebun bunga di Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, itu resmi dibuka oleh Ny Mufidah Jusuf Kalla dan Jusuf Kalla, Kamis(5/8) siang.

Kepemilikan kebun tersebut dipegang oleh dua orang yakni Mufidah Jusuf Kalla dan isteri Riantini Sofjan Wanandi. Menurut Mufidah, pembangunan kebun bibit dan kebun bunga tersebut bertujuan untuk membantu petani anggrek yang saat ini belum mendapat perhatian penuh dari pemerintah. Namun, saat ini, lanjut Mufidah, pihaknya belum  menghitung berapa harga yang akan diberikan kepada petani, karena kebun tersebut baru saja dibuka.

Dia menyebutkan, banyak petani yang mengeluh mereka merasa rugi, jika keadaannya masih seperti itu dan harus mendapatkan bibit dari Taiwan. "Mereka merasaa rugi, karena mereka akan menjual lagi tanamanya. Untung yang didapat hanya sedikit. Jadi saya usahakan bibit buat pertani, saya usahakan lebih murah sekitar 30 persen dibawah harga sebenarnya. Mereka bisa jual lebih mahal" katanya.

Hal senada juga diungkapkan pemilik lainnya Riantini Sjofyan Wanandi. Dia berharap keberadaan kebun-kebun itu bisa membantu para petani anggrek. "Mudah-mudahan dalam tiga tahun bisa tercapai. Itu target maskimal kita produksi," kata Riantini.

Untuk diketahui saat ini jumlah petani anggrek yang ada di Indonesia jumlahnya mencapai 2 juta orang. Dan saat ini keberadaannya belum terperhatikan oleh pemerintah. Bahkan saat ini para petani anggrek banyak mengeluh mengenai birokrasi dan mahalnya biaya untuk perijinan. "Petani kita tidak bisa kaya kalau begitu caranya, kecuali kita tiru di Taiwan yang dibantu oleh pemerintah,"kata Mudifah Kalla

Kebun bibit dan bunga anggrek untuk sementara baru dibangun masing masing 3000 meter persegi. Secara keseluruhan total luas lahan kebun bibit mencapai 12 hektar. Sementara untuk luas kebun bunga anggrek mencapai 16 Hektar.

Abdul Kadir, penangung jawab kebun mengatakan total varietas bunga anggrek di situ ada sekitar 60 macam. Sementara jumlah bibit  dalam pot 1,7 inc mencapai sekitar 72.000 dengan berbagai macam varietas dan  dalam pot 2,5 inc ada sekitar 8.000.

Dalam acara peresmian itu hadir diantaranya perwakilan bupati-bupati di Taiwan, dan sejumlah tamu undangan diantaranya tampak isteri dari Widodo As. Selain persemian, dalam acara tersebut diumumkan juga nama-nama pemenang lomba merangkai bunga angrek sekaligus pemberian hadiah.

Akhir Sang Jawara (Tulisan ke-3)

Posted: 05 Aug 2010 06:34 AM PDT

DUA karangan bunga masih segar di depan Gang Anggrek 5, Selasa (1/6). Bendera kuning masih terpajang di tiang. Bunga dikirim Kapolres Metro Tangerang, Kombes Pol Maruli dan Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Kamil Rajak.

Senin pagi, Endid diiringi ratusan pelayat, ditandu berjalan kaki menuju TPU Petir tak jauh dari rumahnya. Ratusan personil polisi sudah dikerahkan berjaga di tempat itu sejak hari pertama kejadian.
Di hari kedua pasca kejadian, di rumahnya RT 05/02, tak banyak orang yang berkunjung, hanya beberapa sanak keluarga yang menemani Istri Endid, Nusroniah (42). Ada adik-adik Endid juga ibu kandung Endid, Hj Rohmawati (60).

Ketika saya datang, ia berjilbab hitam dan memakai pakaian lengan panjang cokelat. Wajahnya sudah berseri-seri. Ada tahi lalat menonjol di dagunya. Ia tersenyum, mempersilahkan saya duduk. Dia sudah bersedia bercanda, ketika saya beberapa kali bertanya tentang suaminya. Misalnya soal keromantisan suaminya, yang seorang mantri sunat itu.

"Pak Endid orangnya enggak romantis," ujar dia sembari menggerakkan tangan untuk menegaskan jawabannya. "Tapi hatinya lembut mas," dia melanjutkan.

Nusroniah menikah dengan Endid pada 1989. Mereka dikaruinai tiga orang anak. Suaminya itu dikenal supel dan mempunyai solidaritas tinggi dengan kawan-kawannya, bila ada yang meminta bantuan. "Jam 1 atau 2 malam pun dia berangkat kalau ada yang meminta bantuan," tutur Guru TK Aisyah 75 Cipondoh, Tangerang.

Endid, kata Nusroniah, bukanlah tipe orang yang suka pilih-pilih dalam berkawan. Dengan siapa saja, ia mudah bergaul. Makanya, Endid memiliki relasi tidak hanya masyarakat sipil tapi juga di kalangan polisi juga ada. Bahkan, kata dia, banyak polisi yang kenal dengan suaminya lebih memilih meminta bantuan kepadanya daripada instansinya sendiri. Begitu pula dengan warga-warga sekitar. Endid boleh dibilang memiliki keturunan 'jawara' dari ayahnya, Safii Dalih, yang begitu disegani di daerah itu pada zamannya.

JUMAT (28/5) malam, Nusroniah bermimpi, suaminya mendapat ancaman dari orang-orang yang menyeramkan. Barangkali itulah sebuah firasat. "Saya langsung bangun dan istighfar," ujar dia.

Dia menceritakan tiap Sabtu biasanya Endid selalu keluar rumah, tapi Sabtu (29/5) itu, Endid seharian berada di rumah. Dia mengobrol banyak dengan istrinya, termasuk cicilan sepeda motor dan lainnya.

Minggu (30/5) pagi, merupakan hari yang paling romantis baginya. Endid mengantar dirinya ke Kampus Universitas Muhammadiyah Tangerang, meski tak sampai ditempat, hanya sampai perempatan dekat kampus. Nusroniah sedang mengambil kuliah di jurusan Pendidikan Anak Usia Dini. "Enggak biasanya dia menawarkan diri mengantar, padahal saat itu masih ada tamu. Dia bilang, 'Gue anterin bini gue dulu ya', ia menirukan kata-kata suaminya.

Nusroniah tercekat. Matanya berkaca-kaca. Saya ikut terdiam sebentar. Sementara seorang wartawan Media Indonesia dan Radar Banten gantian bertanya. Peristiwa itu adalah pertemuan terakhir.

Hari itu ia pulang menjelang Maghrib, yang ia temui hanya anak nomor dua, Ica, panggilan namanya. Kata anaknya itu, suaminya pergi setelah mendapat telepon. Endid memang tak pernah di rumah selepas Maghrib, ia selalu pergi keluar bersama teman-temannya. Endid biasa bergadang dengan teman-temannya. Meski ia sering melarang perg, tapi Endid tak pernah hirau kata-katanyai. "Ngapain ngurusin urusan orang lain," kata Nusroniah.

Sehabis Isya, Iqbal, sepupu Nusroniah, datang ke rumahnya. Karena capai, Nusroniah sudah tidur setelah selesai sholat Isya. Iqbal meminta Ica untuk membangunkan ibunya.

"Mpok, encing dimana," kata Iqbal. Dia sering dipanggilan Mpok dan suaminya sering dipanggil Encing di keluarganya.

"Emangnya kenapa, paling ngurus urusan orang," kata Nusroniah.

Iqbal kemudian menceritakan, suaminya telah meninggal. Nusroniah tak percaya, ia meminta Iqbal jangan bercanda dan menceritakan apa yang sesungguhnya terjadi. Setelah dijelaskan, ia langsung menjerit sekuatnya dan menangis. Telepon genggam diambilnya dan ia segera menghubungi adik Endid, Neneng. Ia tak menyangka hari itu akan menerima kabar duka. Sebab baru tadi pagi ia merasa suaminya begitu romantis setelah mengantar ke kampus, yang jarang-jarang dilakukan Endid.

Menurut Endang, meninggalnya kakaknya penuh dengan kesimpangsiura dan tidak wajar. Endang berharap pihak polisi segera untuk mencari siapa sebenarnya pembunuh kakaknya.

"Kakak saya mencoba untuk memberikan solusi," kata dia. "Entah apa, mungkin reaksi spontan, ada yang menikam leher belakangnya dari belakang, tikam dari belakang.” Namun begitu, Endang melanjutkan, "Saya punya firasat ada konspirasi dari oknum untuk menghilangkan abang saya.”

Pihak polisi sudah meminta keterangan beberapa orang yang dicurigai. Kabarnya, Wahyudi pun sudah menyerahkan diri, tapi sampai saya menulis ini, belum dapat informasi lengkapnya.

Wahyudi sebagai pihak yang diduga bermasalah belum kelihatan batang hidungnya. "Melayat pun belum," kata Nusroniah. "Saya sangat kecewa dengan Pak Wahyudi. Saya perih," ujar Nusroniah. Ia meminta aparat hukum untuk segera menyelidiki siapa dalang sebenarnya.

Nusroniah masih curiga dengan pembunuhan itu, meski ia yakin tak ada unsur prasangka etnis. Sebab, suaminya itu bukan orang yang suka mencari masalah. Tiap kali Endid keluar rumah, ia tak pernah putus berdoa demi keselamatan suaminya. Namun demikian, ia harus menerima takdir Tuhan, Minggu sore itu adalah akhir dari tugasnya sebagai 'jawara'…

Jakarta, 06062010


Tags: Forkabi, Kebakaran Duri Kosambi Cengkareng 2010, Endid Mawardi

Bunga untuk Percantik Hunian

Posted: 01 Aug 2010 08:04 PM PDT

MENGHIAS rumah dengan rangkaian bunga segar akan membuat hunian terlihat cantik. Apalagi bila bunga tersebut hasil rangkaian Anda sendiri. Sudah pasti akan menimbulkan kepuasan tersendiri.
 

9.O..Bunga Anggrek.mp3 - 4shared.com - online file sharing and storage ...

Posted: 14 Jul 2010 06:35 PM PDT

9.O..Bunga Anggrek - download at 4shared. 9.O..Bunga Anggrek is hosted at free file sharing service 4shared.

Evolusi Budaya, Merebut Kembali Kedaulatan Bangsa Melalui <b>...</b>

Posted: 12 Sep 2008 12:00 AM PDT

class='post-body'> Evolusi Budaya, Merebut Kembali Kedaulatan Bangsa Melalui Ketahanan Budaya



Berbicara mengenai cultural evolution atau evolusi budaya, kita akan berhadapan dengan dua istilah yaitu evolusi dan budaya. Dua istilah yang menjadi pokok bahasan di banyak cabang ilmu, termasuk diantaranya: biologi, sosiologi, antropologi, dan psikologi hingga ekonomi. Evolusi sendiri merupakan terminologi yang berasal dari biologi, yang menggambarkan fenomena asal usul adanya variasi spesies dan bagaimana manusia kemudian menjadi makhluk yang paling dominan di dunia saat ini.

1. Evolusi Biologis

Evolusi merupakan suatu fenomena yang telah lama dikenal dalam bidang biologi. Fenomena yang berupaya dijawabnya tentunya adalah variasi dalam spesies dan juga dinamika variasi tersebut dari waktu ke waktu yang didapatinya melalui berbagai penemuan fosil. Ada 2 hal yang menentukan dinamilka yang terjadi dalam evolusi, yaitu variasi melalui mutasi yang bersifat random dan kekuatan seleksi. Dengan hanya menganggap bahwa evolusi berjalan secara acak, maka kita tidak mungkin mendapati adanya akumulasi dari sifat-sifat tertentu yang bisa beradaptasi dengan lingkungan. Namun dengan adanya proses seleksi, kita akan mendapati adanya kekuatan yang menghempang atau menghilangkan hasil mutasi yang tidak coccok dengan lingkungan dan memungkinkan perubahan yang memiliki tingkat kecocokan yang tinggi akan bertahan dan bahkan terakumulasi. Sifat-sifat dan karakteristik yang menguntungkan tersebut akan diturunkan pada generasi selanjutnya, yang juga akan mempunyai peluang untuk berubah membentuk variasi baru yang juga ikut terseleksi. Begitu seterusnya sehingga apa yang bisa kita lihat dari variasi yang ada sekarang merupakan hasil dari perubahan gradual dan akumulatif dari generasi yang simple hingga yang kompleks.

Teori evolusi sendiri pada dasarnya sudah lahir sejak lama, beberapa ilmuwan sebelumnya yang juga ikut berkontribusi pada teori ini diantaranya adalah Lamarck (1974) dan Geoffroy St. Hilaire (1830). Lamarck mengusulkan mekanisme “penurunan karakteristik yang diperoleh oleh suatu makhluk hidup, untuk menjelaskan adanya proses evolusi organisme dari sederhana menuju yang lebih kompleks. Spesies cenderung beradaptasi dengan lingkungannya dan berkembang melalui penggunaan atau tidak digunakannya organ tertentu dari spesies tersebut. Contoh sederhananya kijang, awalnya tidak bertanduk, namun menumbuhkan tanduknya untuk bertahan dari serangan pemangsanya. Sementara Hilaire menyatakan bahwa proses tersebut tidaklah kontinu, dimana variasi terjadi karena adanya karakteristik yang didapat dari induk sebelumnya. Ia sendiri tidak memperkuat teori ini dengan beberapa contoh mekanismenya.

Berbeda dengan Lamarck, Darwin melihat bahwa variasi bukanlah hasil dari proses adaptasi, melainkan karena adanya perbedaan kapasitas dari spesies untuk beradaptasi. Spesies yang mempunyai kapasitas untuk beradaptasi dengan lingkungannyalah yang akan bertahan dan kemudian mempunyai banyak keturunan. Variasi terjadi karena adanya suatu perubahan yang bersifat random dan juga seleksi alam.

Beberapa fakta dan temuan selanjutnya, menunjukkan bahwa Teori evolusi melalui seleksi alam lebih diterima dibandingkan teori Lamarck. Walaupun demikian, baik Darwin maupun Wallace sendiri masih menyisakan pertanyaan, terutama tentang bagaimana mekanisme penurunan sifat atau karakter dari satu generasi ke generasi selanjutnya.

Mekanisme penurunan sifat dan faktor apa yang menentukan sifat suatu organisme mulai menemukan jawabannya dengan penemuan Mendell. Percobaan yang dilakukannya cukup sederhana, ia hanya mengawin silangkan 2 jenis tanaman yang berbeda sifatnya terus menerus. Ilustrasi sederhananya: bayangkan kita mempunyai 2 tanaman anggrek – bunga nasional Indonesia, yang satu berwarna merah sedangkan satunya lagi berwarna putih. Ketika dikawinkan ia akan menghasilkan anggrek berwarna merah dan tidak ada yang berwarna putih. Hasil perkawinan kedua, adalah mengawinkan sesama anggrek hasil perkawinan pertama. Yang menarik dari hasil perkawinan ini, rata-rata dari empat hasil perkawinan didapati satu buah anggrek berwarna putih. Dari percobaan ini Mendell merumuskan beberapa konsep yang nantinya menjadi dasar dari konsep genetika modern, yaitu konsep gen dominan dan resesif. Dalam kasus bunga anggrek di atas, bisa dikatakan bahwa dalam setiap anggrek akan memiliki dua jenis gen, ketika salah satunya dominan maka sifat dari gen dominan itulah yang muncul. Untuk kasus anggrek tersebut, gen warna merah merupakan gen yang dominan dan gen putih adalah gen resesif. Katakanlah gen merah tersebut kita simbolkan dengan M, dan gen putih disimnolkan dengan m. Pada generasi pertama aggrek merah mempunyai gen MM dan anggrek putih adalah mm, bisa dikatakan bahwa generasi kedua akan mempunyai gen Mm, yang tentunya akan berwarna merah, karena sifat gen M (warna merah) mendominasi sifat m (warna putih). Mendell juga menjadi peletak konsep gen sebagai faktor yang menentukan sifat suatu organisme, dan yang perlu dicatat Mendell sendiri menjadi orang pertama yang mendemontrasikan perbedaan antara genotip sebagai faktor penentu sifat, dan fenotipnya atau sifat yang muncul dari suatu genotif tertentu.

Namun pertanyaan mengenai bagaimana mekanisme gen bisa dan bagaimana variasi tertentu bisa muncul dan membrojol dari hasil seleksi alam, belum terjawab hingga akhirnya ditemukan DNA sebagai unit informasi terkecil yang menyusun gen dan menjadi faktor penentu sifat dari organisme dan keturunannya.

Penemuan DNA memberikan titik terang mengenai bagaimana mekanisme evolusi dari suatu organisme. Penemuan DNA yang berkembang di biomolekular dan biokimia menjadi semacam pengembangan secara mikroskpis dari pengamatan makroskopis Darwin dan juga Mendell. Gen pada dasarnya merupakan untai DNA sebagai unit informasi terkecil yang bisa terekspresikan menjadi fenotipnya, yaitu enzim, protein RNA dan lain sebagainya. Gen tersusun atas alel, atau alternatif gen tertentu, yang akan menentukan adanya variasi dalam spesies. Mutasi dari gen terjadi karena adanya perubahan dari untai DNA yang pada akhirnya akan merubah sifat dari fenotipnya. Spesies yang mempunyai sifat atau karakteristik yang cocok dengan lingkungannya akan bertahan, memproduksi banyak keturunan dan menurunkan (mentransmisikan) sifatnya tersebut ke generasi selanjutnya melalui proses pengkopian gen (replikasi).

2. Evolusi Budaya(?)

Berbicara tentang evolusi manusia, kita tidak cukup berbicara mengenai evolusi biologis saja. Manusia bukan hanya makhluk biologis, tetapi juga sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia mengalami evolusi lain, yaitu evolusi kultur atau budaya. Manusia mempunyai tata cara hidup, kebiasaan dan norma dan aspek-aspek kultural lainnya yang senantiasa berubah dan menjadi kompleks dari waktu ke waktu. Suatu bentuk evolusi lain yang menjadikannya sebagai makhluk hidup yang paling dominan dan adaptif terhadap lingkungannya saat ini.

Evolusi budaya merupakan suatu proses evolusi yang terjadi hingga saat ini. Kita bisa mengamati bagaimana fakta akan evolusi tersebut dalam banyak hal, seperti dalam bahasa, gaya hidup hingga ke dinamika dalam sistem ekonomi. Pertanyaannya apakah prinsip-prinsip dalam evolusi hayati juga berlaku dalam evolusi kultur atau sosial? Untuk menjawab itu, seorang biolog Robert Boyd (2005), mengajukan beberapa proposisi terkait dengan evolusi budaya diantaranya:

1. Budaya merupakan informasi yang didapatkan oleh suatu individu dari orang lain melalui pengajaran, imitasi atau bentuk pembelajaran sosial lainnya.
2. Perubahan budaya haruslah dimodelkan sebagai suatu proses Evolusi Darwinian.
3. Budaya merupakan sebahagian dari evolusi biologis.
4. Evolusi budaya membuat evolusi manusia menjadi berbeda dengan evolusi makhluk hidup lainnya.
5. Gen dan budaya berkoevolusi.

Namun, harus disadari bahwa sistem sosial sendiri merupakan sistem yang tersusun atas ibanyak individu yang secara aktif berinteraksi dan saling mempengaruhi satu sama lain, saling bertukar informasi dan kemudian mentransmisikannya satu sama lain baik intra maupun inter-generasi. Ia merupakan sistem yang terbuka, yang beradaptasi dengan kondisi lingkungannya dan kemudian berubah secara dinamik dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan tersebut. Dalam persepektif hubungan mikro-makro, budaya merupakan suatu keadaan makro yang membrojol dari interaksi individu-individu di tingkatan mikro. Komunikasi antar individu dan pertukaran informasi dan ide diantara mereka, muncul sebagai sebuah kepercayaaan, norma, kebiasaan dan budaya secara umum. Jelasnya, budaya merupakan fenomena makro yang membrojol akibat hubungan interaksi, komunikasi dan saling pengaruh mempengaruhi diantara individunya (gambar 1). Propoposi yang diajukan Boyd, pada dasarnya lebih di dasarkan pada fakta-fakta yang didapatinya dari kajian antropologi dan linguistik. Sebagai seorang biolog, ia mendapati bagaimana spesies yang secara genetik berkorelasi akan mempunyai budaya dan bahasa yang mirip satu sama lain. Namun dalam memodelkan bagaimana proses ini terjadi secara Darwinian, belum ada yang cukup baku yang diterima oleh para ilmuwan. Jawaban yang cukup menjanjikan datang dari konsep memetika, yang secara umum memandang bahwa sistem sosial dan budaya, tersusun atas unit hereditas yang dinamakan meme.

3. Evolusi memetik sebagai alat analisis dalam memodelkan evolusi masyarakat dan budaya

Memodelkan evolusi kultural dari sudut pandang memetika, kita tentu harus menyadari bahwa pada dasarnya kultur merupakan suatu sistem bertingkat yang didalamnya mengandung berbagai elemen-elemen kultur tertentu yang senantiasa berubah secara dinamik, dimana perubahan ini terjadi karena adanya dinamika dalam masyarakat itu sendiri – baik melalui proses asimilasi, akulturasi, komunikasi maupun interaksi antar individu. Fenomena evolusi kultural bisa kita lihat sebagai pola dinamik, dimana elemen kultur terbut bukan hanya menyebar dan bertransmisi dari satu individu ke individu lainnya, melainkan juga bagaimana elemen-elemen tadi secara dinamik berubah selama proses transmisi tersebut. Meme bisa dipandang sebagai sebuah unit yang paling kecil dari kultur, seperti not musik atau cara menggunakan sepatu, hingga bagian yang lebih besar seperti nasionalisme atau agama, sehingga memetika pada hakikatnya merupakan suatu alat analisis yang dapat menjelaskan fenomena dalam sistem kultur atau aspek-aspek kultural, diseminasi dan propagasinya, hingga evolusinya. Memetika juga bisa kita lihat sebagai sebuah cara bagaimana suatu objek kultur atau sistem bertransmisi dari satu orang ke yang lainnya dalam prespektif virus akal budi (Brodie, 1996).

Dawkin menyebutkan bahwa meme merupakan suatu unit informasi yang tersimpan di otak dan menjadi unit replikator dalam evolusi kultur manusia. Meme tersebut bisa berupa ide, gaya berpakaian, tata cara ibadah, norma dan aspek kultur lainnya. Meme dalam sistem kultural manusia berperilaku dan mempunyai karakteristik selayaknya gen dalam sistem biologis, yang bisa bereplikasi sendiri dan bermutasi. Konsep meme yang dilontarkannya ini kemudian mengundang banyak perdebatan dikalangan biolog dan sosiolog, terlebih karena ia sendiri tidak memberikan penjelasan yang cukup gamblang mengenai bagaimana unit informasi dalam otak tersebut mengontrol perilaku manusia, dan pada akhirnya kultur manusia, serta bagaimana mekanisme replikasi serta transmisi dari meme itu sendiri. Hal ini juga yang menjadikan definisi meme pada perkembangannya menjadi begitu banyak dan seakan tidak menemukan titik temu satu sama lainnya.

Perdebatan ini menjadi terkadang cukup kontraproduktif tatkala melupakan esensi dari memetik sendiri sebagai sebuah alat analisis yang berupaya menganalisis dinamika perubahan budaya dalam persepektif evolusi. Memetika harus dipandang sebagai alat analisis alternatif baru yang bisa digunakan untuk menjelaskan fenomena evolusi kultural, sehingga kita tidak bisa mengasumsikan meme sebagai unit informasi terkecil dari evolusi kultural atau sosial secara umum, layaknya gen dalam evolusi biologi, melainkan sebagai unit informasi terkecil yang dapat kita gunakan untuk menjelaskan fenemona sosial tertentu di masyarakat(Situngkir, 2004).

4. Inovasi sebagai proses evolusi: model dinamika ekonomi kreatif

Sistem ekonomi merupakan sistem dinamik yang berkembang terus menerus. Suatu perusahaan bisa muncul, berkembang dan kemudian hilang atau bertahan. Dinamika tersebut memunculkan suatu distribusi tertentu dari besarnya perusahaan atau firma sebagai fenomena makronya. Axtell (2001) dalam penelitiannya di perusahaan-perusahaan Amerika mendapati bahwa besarnya firma sebagai distribusi hukum pangkat. Dinamika muncul dan hilangnya perusahaan sebagai sebuah konsekuensi akan proses seleksi pasar telah memunculkan suatu pola makro tertentu dalam ekonomi berupa distribusi perusahaan dan siklus hidupnya.

Schumpeter (1883-1950) merupakan ekonom yang pertama kali mengamati fenomena tersebut. Ia mengemukan teori siklus bisnis dan perkembangan. Dalam teorinya dia melihat bahwa sistem ekonomi tidaklah statik, suatu inovasi akan berkembang ke arah keadaan stasioner atau kesetimbangan, namun kesetimbangan ini akan senantiasa diganggu oleh munculnya entrepreneur dan aktivitas inovasi yang dilakukannya. Sebuah proses kreasi tertentu akan dihancurkan oleh sebuah proses kreasi inovatif lainnya. Hal inilah yang memunculkan dinamika siklus bisnis dalam ekonomi. Ekonomi merupakan sistem yang tidak hanya dinamik namun evolutif.

Inovasi merupakan suatu proses kreasi yang memunculkan variasi baru dalam sistem ekonomi. Bukan hanya itu, inovasi juga merupkan proses akumulatif, dimana karakter atau sifat inovatif yang bertahan akan terakumulasi dan memungkinkan memunculkan kreasi lain yang lebih cocok dengan sistem ekonomi, dalam hal ini pasar. Fernomena ini memberikan suatu gambaran bagaimana ekonomi sendiri tidak hanya berbicara tentang dinamika secara kuantitas (kreasi yang banyak diadopsi), melainkan juga kualitas. (kreasi yang lebih baik). Dari sini proses inovasi dan perkembangan bisnis pada dasarnya bisa kita lihat dari kaca mata evolusi.

Inovasi merupakan salah satu proses yang memungkinkan munculnya artefak baru. Sebagai sebuah sistem (kompleks), inovasi dalam artefak teknologi bisa diartikan sebagai perubahan keadaan dari elemen-elemen penyusun sistem tersebut, sehingga memunculkan sebuah sistem yang mempunyai karakteristik atau perilaku yang berbeda dengan sebelumnya (Frenken, 2001. Proses inovasi bisa dipandang sebagai proses yang relatif random (Mokyr, 1997; Frenken, 2001 Kauffman, 1995), dalam artian suatu teknologi yang dihasilkan tidaklah diketahui secara tepat apakah ia akan cocok dengan lingkungannya ataukah tidak. Proses evolusi dari artefak teknologi dapat kita amati sebagai fenomena munculnya jenis baru dari artefak teknologi akibat adanya inovasi, yang kemudian menggantikan artefak yang lama.

Secara historis, inovasi mungkin telah ada dari mulai munculnya Homo sapiens. Hal ini bisa teramati dari penemuan berbagai artefak yang dihasilkan manusia. Inovasilah yang kemudian membuat manusia menjadi begitu adaptif dan terus-menerus menemukan cara hidup yang lebih baik di muka bumi ini. Dengan kata lain, inovasilah yang membantu manusia menjadi khalifah di muka bumi, suatu situasi yang digambarkan filsuf kenamaan Friedrich Nietzsche sebagai proses untuk menjadi Superman. Saat ini inovasi tidak lagi dipandang sebagai suatu upaya manusia untuk menemukan artefak yang membantu kehidupannya. Produk atau proses inovatif merupakan suatu komoditas yang bernilai ekonomis dan menjadi faktor utama dalam bisnis. Lebih jauh inovasi telah dipandang sebagai aspek yang cukup vital bagi perkembangan ekonomi suatu perusahaan atau negara. Di sisi lain, artefak merupakan objek budaya, dalam hal ini model memetika, sebagai alat analisis yang mencoba menerangkan dinamika perubahan budaya dan objek budaya, merupakan model yang bisa digunakan untuk menganalisis proses inovasi. . Artefak budaya merupakan suatu sistem yang tersusun unit-unit informasi kultural sebagai unit heriditas yang diturunkan dari generasi-ke generasi dalam proses evolusinya. sifat dan karakteristik artefak secara keseluruhan ditentukan oleh unit-unit informasi tersebut yang terekspresi dengan cara tertentu (Stankiewicz, 2000). Dengan kata lain, artefak merupakan suatu fenotipik meme atau femotip yang membrojol dari genotipnya yaitu meme.

Memandang inovasi dengan cara pandang evolusi memungkinkan kita untuk menggambarkan urutan atau estimasi historis suatu inovasi produk. Hal ini dilakukan dengan menyusun suatu pohon evolusi dengan kedekatan susunan biner memepleks produk-produk tersebut. Dalam suatu penelitian yang dilakukan Khanafiah&Situngkir (2004), untuk kasus inovasi handphone, di dapati suatu pohon inovasi yang disebut sebagai pohon filomemetika.Pohon tersebut memberikan bagaimana variasi dari inovasi artefak dan bagaimana proses atau urutan kejadian dari inovasi suatu produk teknologi. Pohon tersebut juga memberikan gambaran mengenai produk mana yang berinovasi dan diinovasi dari mana.

Model ini kemudian dikembangkan lebih lanjut guna mengamati dinamika evolusioner dari artefak budaya. Dengan menggunakan suatu pemahaman bahwa keberhasilan suatu produk teknologi di pasaran, bisa kita pandang sebagai cocok atau tidaknya produk dengan penggunanya. Tentu hal ini bisa kita lihat sebagai sebuah proses seleksi dari produk hasil inovasi oleh lingkungannya, dalam hal ini pengguna atau pasar. Proses seleksi oleh pengguna inilah muncul dan hilangnya suatu produk inovasi di pasaran. Setiap pengguna akan mempunyai keinginan atau preferensi tertentu terhadap suatu produk, yang tentunya didasarkan pada banyak hal, seperti level ekonomi, level teknologi yang diinginkan, serta pengaruh dari individu lain dalam jaring sosialnya. Hasil simulasi yang cukup menarik bisa kita amati pada gambar 3(b), yang menggambarkan bagaimana dinamika tingkat kecocokkan suatu produk hasil inovasi. Secara tidak langsung, tingkat kecocokan ini akan memberikan gambaran tentang bagaimana dominasi suatau produk dan bagaimana karakteristik produk yang dominan tersebut. Kita mendapati bahwa superioritas suatu produk – ditandai dengan kelengkapan dalam fitur dan teknologi, ternyata tidak serta merta membuat produk tersebut menjadi dominan di pasar. Dominasi suatu produk tidaklah berlangsung lama dengan hadirnya inovasi (ketidaktentuan inovasi), namun senantiasa mengikuti suatu siklus hidup tertentu. Suatu fenomena yang dikenal sebagai siklus hidup produk (product lifecycle), suatu fenomena yang disebutkan oleh Schumpeter dalam teori Siklus Bisnisnya.

Berbicara evolusi budaya kita tidak hanya berbicara tentang dinamika dan penyebaran budaya dan elemen-elemen budaya dari suatu masyarakat dari waktu ke waktu melainkan juga bagaimana perubahan secara kualitas dari budaya tersebut selama proses perkembangannya tersebut. Teori memetika tidak sekadar menginkorporasi teori Evolusi Darwin ke dalam analisis perubahan budaya, melainkan suatu alat analisis yang berupaya menganalisis proses tersebut dari sudut pandang Darwinian, yaitu evolusi melalui mutasi random dan seleksi alam.

Evolusi tidak hanya sebuah teori, melainkan sebuah fenomena yang ada. Evolusi budaya merupakan evolusi yang terjadi dan bisa kita amati hingga saat ini. Dinamika yang terjadi dalam evolusi sosial dan budaya ini merupakan fenomena yang membrojol dari interaksi yang kompleks di level mikronya, yaitu individu. Memetika yang merupakan alat analisis yang mencoba mengkaji dinamika budaya dari sudut pandang evolusi Darwinian, menjanjikan hasil analisis baru yang bisa memperkaya analisis sosial kita, termasuk analisis evolusi dalam sistem ekonomi.

5. Merebut Kembali Kedaulatan Bangsa Melalui Ketahanan Budaya

Diversitas budaya bangsa Indonesia menjadi sebuah anugerah yang membuat kita terlena. Terlalu nyaman buat kita memiliki keragaman budaya ini. Hingga setelah lagu kita, baju kita, sampai masakan kita diambil orang baru kita menyadari bahwa ternyata kita kaya. Dalam contoh kecil, relatif mudah bagi kita saat ini untuk mendapatkan informasi seputar upaya akuisisi seni pertunjukan Reog Ponorogo, lagu Rasa Sayange, alat musik Angklung, masakan Rendang dan berbagai derivat Batik yang didukung secara sadar oleh Pemerintah Kerajaan Malaysia misalnya, atau pematenan penganan Tempe oleh Institusi riset di Jepang, dan Kopi Gayo oleh oknum warga Negara Belanda, dan seterusnya. Bahkan di dalam negeri, tak pelak lagi diversitas budaya telah membuat kondisi sosial kemasyarakatan kita rentan untuk bercerai berai. Hal ini harus segera kita sadari, dan harus kita yakini bahwa kalau tidak segera ditemukan formula yang tepat untuk mengatasinya maka kita akan sulit berharap tentang Kedaulatan Bangsa ini beberapa tahun mendatang.

Jika kita tilik lebih dalam, selama ini pengaturan kepemilikan ekspresi budaya tradisional di dunia belum pernah diatur secara jelas. Kepemilikan terhadap suatu properti tertentu lebih mudah bila dikaitkan dengan konsep kekayaan intelektual. Bukan berarti keduanya memiliki kesamaan konseptual tentang dasar kepemilikan atas properti tetapi hanya karena pengaturan kekayaan intelektual sudah lebih dulu ada dan mudah dalam proses penerapannya karena hanya menyangkut satu individu saja. Padahal sudah jelas keduanya sangat berbeda. Sedangkan ide tentang kepemilikan kekayaan intelektual sendiri bersumber dari gagasan John Locke pada bukunya bukunya The second Treatise of Governance (1690) yang lahir sebagai akibat dari pemaksaan kepemilikan yang dilakukan raja atas aset rakyatnya. Karena sifatnya yang berorientasi pada individu, ide kepemilikan pribadi dirasakan kurang pas jika dijadikan pijakan untuk melindungi kekayaan budaya disamping secara natural budaya bersifat komunal, dinamis, dan diturunkan dari generasi ke generasi. Dengan kata lain, kepemilikan budaya lebih tepat jika berdasar pada konsep kepemilikan kolektif bukan kepemilikan individu. Sehingga secara tegas kita bisa katakan bahwa pengaturan kepemilikan atas ekpresi budaya yang didasarkan pada kepemilikan individu adalah tidak tepat dan menjadi salah kaprah apabila terus dilakukan. Pengaturan kepemilikan ekspresi budaya tradisional di Indonesia, sebagaimana terefleksikan dalam pasal 10, Undang-Undang Hak Cipta No. 19 Tahun 2002 pada kenyataannya tidak memuat batasan-batasan yang dapat dikategorikan sebagai ekspresi budaya tradisional yang perlu dilindungi, bentuk perlindungan yang dilakukan, serta kewenangan regulator dalam mengatur penggunaan ekspresi budaya tradisional. Kesalahan ini seharusnya tidak dapat kita biarkan begitu saja, karena secara konseptual-pun Undang-Undang ini tidak sesuai. Sebuah tindakan nyata tentunya harus segera dilaksanakan.

Pada skala internasional isu tentang prosedur perlindungan ekspresi budaya tradisional sudah mulai ditangani serius oleh sebuah lembaga di bawah naungan PBB yang bertugas mengatur Kekayaan Intelektual dengan nama WIPO (World Intellectual Property Organization). Draft Ketentuan Perlindungan Ekspresi Budaya Tradisional WIPO ini mestinya memberi tantangan tersendiri bagi kita sebagai bangsa yang sangat bhinneka dalam hal etnisitas dan kekayaan ekspresi budayanya dalam hal ketahanan budaya nasional. Sebagai gambaran, pada Pasal 2 draft tersebut disebutkan bahwa pemilik ekspresi budaya tradisional diserahkan pada Kustodian yaitu komunitas pemelihara dan pengembang ekspresi budaya tradisional. Hal ini kontras dengan lokalitas kita di Indonesia mengingat sebuah ekspresi budaya secara historis melekat pada daerah tertentu justru seringkali turut dikembangkan secara turun-temurun di daerah lain yang juga memiliki ekspresi budayanya sendiri. Dengan demikian, kita bisa menduga jika Indonesia meratifikasi draft ini maka akan timbul potensi permasalahan hak kepemilikan budaya akibat ketidakcukupan konsep dalam draft WIPO untuk merangkum kebutuhan perlindungan dan pengembangan budaya tradisional bagi negara-negara dengan diversitas kultural tinggi.

Draft WIPO juga menimbulkan permasalahan lain yang lebih serius yaitu hilangnya peran negara dalam realitas budaya nasional dengan mengkotak-kotakan penggiat budaya. Hal ini dapat mengurangi terjadinya interaksi antar komunitas budaya dan menimbulkan ketidakpedulian terhadap ekspresi budaya tradisional komunitas budaya lain. Sikap ketidakpedulian ini cenderung akan mendorong sifat chauvinistik kedaerahan dibanding sikap kebanggaan bersama sebagai satu bangsa. Hilangnya rasa kebanggaan budaya nasional yang terkotak menjadi kebanggaan budaya lokal dapat memicu pola disintegratif yang secara laten dapat merongrong rasa persatuan dan kesatuan yang justru akhir-akhir ini terasa sangat perlu kita bangkitkan sebagai bangsa.

Negara sebagai pemegang kedaulatan tertinggi harus secara tegas menyatakan posisinya dalam hal ketahanan budaya ini. Negara tak hanya berperan sebagai tentara penjaga garda atas kekayaan budaya kita tetapi juga sebagai pendorong majunya kretifitas perkembangan keragaman budaya ini. Di sisi lain Negara,Indonesia khususnya, harus berani menyatakan diri sebagai pemimpin yang berada di posisi paling depan dalam gerakan penyelamatan warisan dunia (World Heritage Conservation)karena Indonesialah yang paling mungkin memliki pengalaman dalam gerakan ini yang diperkuat dengan diversitas budaya yang dimiliki.

Ancaman nyata yang kita hadapi adalah jika ekspresi budaya tradisional yang kita miliki hilang atau diklaim oleh pihak lain maka identitas sebuah bangsa Indonesia akan ikut menghilang. Hal ini sangat membahayakan bagi kesatuan dan kedaulatan bangsa. Maka sebagai langkah awal, perlindungan ekspresi budaya tradisional seharusnya dapat segera dilakukan. Solusi yang tepat adalah dengan menyerahkan hak kepemilikan ekspresi budaya tradisional kepada negara dengan harapan hal ini mampu menumbuhkan rasa kepemilikan bersama sehingga kita dapat terhindar dari proses disintegrasi bangsa. Negaralah nantinya yang akan melakukan tindakan perlindungan terhadap ekspresi budaya yang bersifat mengatur, menjaga dan mengembangkan ekspresi budaya tradisional sebagai bagian dari ketahanan nasional. Secara khusus kita akan menyebutnya sebagai bentuk Ketahanan Budaya, yang secara aktual, konsep ini bersumber dari cara pandang kita akan budaya nasional kita dengan segala ke-bhineka-annya. Wawasan Nusantara yang berperspektifkan budaya daerah yang memperkaya budaya nasional yang sekaligus peka terhadap globalisasi merupakan bahan baku yang sangat kita perlukan dalam konteks ini. Penelitian akan kompleksitas Indonesia, sebagaimana ditunjukkan dalam buku Solusi untuk Indonesia (2008) yang diterbitkan pusat studi kompleksitas Indonesia, Bandung Fe Institute, juga telah menginsyaratkan hal ini. Perspektif mutakhir atas budaya nasional yang memperkaya khazanah Wawasan Nusantara, memiliki suatu urgensi yang kuat bagi bangsa kita untuk memper-erat persatuan kita yang terkatung-katung di era liberal dan mengglobal saat ini.

Langkah nyata yang harus segera dilakukan dan mungkin dilakukan adalah membentuk aturan perundang-undangan dalam negeri yang menyediakan kebutuhan pengelolaan keragaman budaya nasional. Perlindungan secara hukum perundang-undangan terhadap keragaman budaya nasional, selanjutnya dapat dijadikan pijakan dasar untuk menjaga kedaulatan bangsa sehingga bisa diakui di dunia internasional. Lebih jauh, harus ada sebuah kesadaran dan pengakuan oleh dunia internasional bahwa perundang-undangan akan kepemilikan Negara terhadap ekspresi budaya, sangat diperlukan oleh Indonesia guna menjaga ketahanan nasional dan kedaulatan negaranya. Hal ini tentunya bisa dijadikan momentum bersama bangsa Indonesia dalam memaknai Kebangkitan Nasional yang baru, yang diwujudkan dalam tindakan nyata dalam menegakkan kedaulatan bangsa melalui Konsep Pertahanan Budaya. Sudah saatnya kini bangsa Indonesia membuat suatu perlindungan hukum semisal Paten Negara atau yang lebih jauh Pengakuan Internasional bagi Ekspresi Budaya Bangsa Indonesia.

6. Daftar pustaka

1. Axtell, R (2001)Zipf Distribution of U.S. Firm Sizes.Science, 293 :1818-1820
2. Blackmore, S. (1998). Imitation and Definition of a Meme. Journal of Memetics - Evolutionary Models of Information Transmission, 2.URL
3. Boyd, R and Richerson, P (2005).The Origin and Evolution of Cultures. Oxford University Press.
4. Dawkins R. (1976, 1982). The selfish gene. Oxford University Press.
5. Frenken, Koen. (2001a). Modelling the organisation of innovative activity using the NK-model. Makalah prepared for the Nelson-and-Winter Conference, Aalborg, 12-16 June 2001.URL
6. Kauffman, Stuart A. (1995). At Home in The Universe: The Search for Laws of Self-Organization and Complexity. Oxford University Press. New York.
7. Khanafiah, Deni and Situngkir, Hokky. (2004). Innovation as Evolution: Phylomemetic of Cellphone Designs. Working Paper Series WPV2004. Bandung Fe Institute.
8. Khanafiah, Deni and Situngkir, Hokky. (2005). Innovation as Evolutionary Process. Working Paper Series WPB2005. Bandung Fe Institute.
9. Mokyr, Joel. (1997). Innovation and Selection in Evolutionary Models of Technology: Some Definitional Issues. Makalah prepared for the Conference on Evolutionary Models in Economics, Jan. 9-12, 1997, Oxford, England.
10. Schmidt,Heiko A.(2003). Phylogenetic Trees from Large Datasets. Inaugural-Dissertation. Dusseldorf University. Dusseldorf.URL
11. Situngkir, Hokky. (2004). On Selfish Memes-culture as complex adaptive system. Working Makalah Series WPG2004. Bandung Fe Institute.
12. Stankiewicz,Rikard.(2000). The Concept of “Design space".Makalah of Research Policy Institute. University of Lund. Sweden


(Ref: Jurnal dalam budaya-indonesia.org)


<b>Anggrek</b> | Rumah Tangga | Dunia-Ibu.org

Posted: 07 Jun 2006 12:00 AM PDT

Bagaimana caranya menanam anggrek dengan baik, sehingga bisa cepat berbunga lagi?

anggrekTanya:

Bu, mau tanya, mungkin ada yang punya pengalaman atau tahu. Saya punya tanaman anggrek, berbunga sudah hampir 4 bulan, dan sekarang bunga-bunganya sudah mulai berjatuhan satu demi satu. Bagaimana ya perawatan lanjutan pohon anggrek itu. Apakah batang bekas bunga-bunganya itu harus dipotong, atau harus diapakan ya?. Bagaimana ya biar pohon anggrek itu cepat berbunga lagi? Terima kasih ya [Nz]

Jawab:

Mbak, Kalau bunganya sudah tingggal sedikit (maksudnya dalam satu tandan tinggal 1 atau 2 bunga saja), potong saja mbak tangkainya, soalnya energinya yang dimakan bunga itu besar sekali. Diharapkan dengan memangkas tangkai bunga itu, energi tanaman bisa dikonsentrasikan untuk membentuk tunas baru. Oh ya anggreknya jenis yang dendrobium atau yang phalaenopsis (anggrek bulan)?. Kalau yang jenis dendro, kalau sudah berbunga dia tidak akan berbunga lagi, tapi pertumbuhannya dilanjutkan oleh tunas anakannya, kalau yang jenis phalaenopsis dia masih terus bisa berbunga. Terus bagaimana supaya berbunga lagi? ya dipupuk. Ada beberapa tips, Kalau sudah habis motong tangkai bunga, pakai pupuk yang berkadar N tinggi, untuk merangsang pertunasan (ini untuk semua jenis anggrek ya mbak), kalau tunas sudah segar ganti pakai pupuk yang kadar NPK-nya seimbang. Kalau tanaman sudah kelihatan siap dibungakan, maksudnya daunnya sudah kelihatan besar-besar dan pertumbuhan tunas pucuk agak lambat, ganti pupuk yang P-nya lebih tinggi. Insya Allah cepat berbunga lagi. Memupuknya kalau tidak di pagi hari ya sore hari, jangan disiang hari bolong, bisa mati nanti anggeknya karena kepanasan (pupuk kan sifatnya panas) kalau masih ngadat juga, tidak mau-mau berbunga, coba deh di semprot pakai larutan vetsin (kira-kira 1 sendok teh untuk 2 liter air). Menyemprot pupuk atau larutan vetsinnya dibagian daun yang bawah ya. Bisa dibantu juga dengan menyiram air cucian beras di perakaran supaya akarnya kuat. Oh ya..jangan lupa tempatkan tanaman anggrek di tempat yang cukup sinar matahari dan hembusan angin. Pengalamanku nih, kalau terlalu teduh (misal di teras atau dibawah pohon) dipupuk seperti apapun tidak mau berbunga, sementara kalau terlalu panas, daunnya langsung terbakar kering. Oke, dicoba dulu ya kalau sukses jangan lupa laporannya ya [An]

Mbak An, kelihatannya pakar soal per-anggrekan, tanya ya mbak, kalau mau mengganti media tanaman anggrek bagaimana caranya? anggrek dirumah sepertinya ngambek, daun baru tidak tumbuh, apalagi berbunga (atau jangan-jangan sudah mati ?) mau dibuang sayang siapa tau kalau media tanam diganti anggrek-anggrekku mau tumbuh subur lagi,tolong ya mbak, terima kasih sebelumnya [DP]

Jadi malu dibilang pakar, padahal gayanya saja yang sok meyakinkan :-D Coba lihat dulu kalau medianya sudah jamuran, lumutan atau hancur,
berarti memang sudah perlu ganti media, kalau masih bagus berarti dia kekurangan unsur hara atau habitat tumbuhnya yang tidak tepat yang membuat dia ngambek. Caranya ganti media :
1. Keluarin/cabut tanaman anggrek dari potnya.
2. Bersihkan akarnya dari sisa-sisa media dan buang akar-akar yang busuk, terus kalau tanaman terlalu rimbun pisahkan rumpunnya sisakan sedikit akar yang segar dan hidup (tandanya akar masih lunak dan lengket, ujungnya masih hijau).
3. Siapkan media yang baru, kalau mau pakai arang atau pecahan genteng ada baiknya direndam sebentar dengan larutan desinfektan, kalau tidak ada bisa pakai larutan pemutih, kira-kira 2 tetes (misal bayclin) untuk 1 liter air).
4. Tanam kembang anggreknya dengan posisi akar menggantung di pot. Diikat dikawat yang dijepitkan ke pot itu. Harganya sekitar Rp. 750,- – Rp 1.000,- per kawat di tempat jual bunga.
5. Tambahkan media ke pot, tapi jangan terlalu penuh. Usahakan akar-akar tetap bisa bernafas dengan baik.
6. Jangan lupa perhatikan pemupukannya ya. [An]

07-06-2006 23:00:20

No related posts.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar