Halaman

Kamis, 09 September 2010

bunga anggrek: obrolanBisnis.com » Lebaran, Peminat Bunga Plastik Naik Signifikan

bunga anggrek: obrolanBisnis.com » Lebaran, Peminat <b>Bunga</b> Plastik Naik Signifikan


obrolanBisnis.com » Lebaran, Peminat <b>Bunga</b> Plastik Naik Signifikan

Posted: 09 Sep 2010 04:00 AM PDT

MEDAN – Menjelang masuknya lebaran 1431 H, omzet penjualan bunga plastik meningkat signifikan hingga 100%.

Hal ini ditandai dengan tingginya permintaan bunga plastik untuk ucapan selamat lebaran, baik perorangan maupun instansi.

Delima (18) pedagang bunga plastiK musiman di Jalan Gatot Subroto tepatnya di Pasar Petisah Medan menuturkan, omset penjualan bunga plastik biasanya tidak sebanyak ini, namun menjelang datangnya hari Lebaran maupun hari-hari besar keagamaan banyak orang ingin memperindah rumahnya maupun sebagai ucapan berlebaran dengan bunga plastik.

“Biasanya pada hari biasa hanya mampu mengantongi omzet Rp 500.000, namun pada bulan ini bisa mencpai hingga 1 juta per hari,” tambahnya, hari ini, di Medan.

Adapun bunga yang dicari para pembeli biasa beraneka jenis, namun yang menjadi primadona adalah bunga anggrek, karena selain indah bunga tersebut merupakan bunga yang tergolong mewah.

“Bunga yang ditawarkan para pedagang hargapun cukup terjangkau,” ucapnya.

Iwan, salah seorang pembeli mengatakan, bunga plastik lebih praktis tidak perlu disiram dan perawatannya terbilang relatif sangat mudah. [hmt]

Lebaran, Omzet Bunga Rawabelong Capai Rp 11 Miliar

Posted: 09 Sep 2010 01:06 AM PDT

normalnya penjualan sehari-hari sebesar Rp 100 juta

Selamat Datang Di Zona Pencarian: <b>Anggrek</b> Terbaik di Dunia Itu Hilang

Posted: 08 Sep 2010 02:38 PM PDT

Beberapa kelebihan tersebut, kata Aida, yang didampingi Sekretaris PAI Yulianto, antara lain, anggrek bulan Pelaihari memiliki masa bunga cukup lama antara tiga dan enam bulan, sedangkan anggrek biasa tidak lebih dari satu bulan.

Flora-Fauna Identitas Indonesia

Posted: 07 Sep 2010 01:34 PM PDT

Didunia ini kita kenal berbagai macam flora-fauna yang dijadikan maskot/identitas suatu negara, misalkan bunga sakura itu mnjadi ciri khas atau identitas jepang. selain sakura, bunga-bunga khas lain juga menjadi identitas negara seperti belanda (bunga tulip), mawar (prancis) dll. Bagaimana dengan indonesia????

Langsung aja, berikut wbw kasih tau buat kamu:

a. Flora identitas nasional Indonesia

Pada hari Lingkungan Hidup Dunia ke-18 (5 Juli 1990), Presiden Indonesia (Soeharto) menetapkan Melati sebagai Puspa Bangsa.


Mengapa Bunga Melati dipilih sebagai Bunga Puspa Bangsa?

Konon karena bunga melati telah melekat erat dengan tradisi upacara adat, upacara kematian, dan upacara perkawinan. Bunga ini sbg perlambang sifat luhur, sperti kesucian, cinta, abadi, dan keagungan.

Selain melati, kita juga memiliki bunga Anggrek Bulan sebagai Puspa Pesona, dan Bunga Padma Raksasa (Reflesia) sebagai Puspa Langka.



b. Fauna yang menjadi identitas bangsa Indonesia

Pada hari Tritura ke-27, 10 Januari 1993, Presiden Republik Indonesia menetapkan tiga satwa langka Nasional, yaitu:



Satwa Darat, Komodo sebagai Satwa Nasional.
Satwa Tirta, ikan Siluk Merah sebagai Satwa Pesona.
Satwa Dirgantara, Elang Jawa sebagai Satwa Langka.

Mari sama-sama kita ikut melestarikan flora-fauna yang menjadi ciri khas identitas bangsa kita....


(Ref: ForumCeriwis)

bagi..

<b>Bunga</b> Sedap Malam dan Hari Lebaran | <b>Bunga</b> Ucapan - <b>Bunga</b> Papan <b>...</b>

Posted: 07 Sep 2010 01:10 PM PDT

         Besarnya animo masyarakat  Jakarta  terhadap bunga sedap malam pada perayaan hari lebaran membuat banyak petani bunga sedap malam telah sengaja merencanakan penanaman besar-besaran khusus untuk menyambut hari lebaran. Sehinga bunga sedap malam yang memasuki pasar bunga rawa belong jumlahnya mencapai ratusan ribu batang yang didatangkan dari berbagai daerah, seperti Sukabum, Bandung, Serang dan Pandeglang, Surabaya dan Ambarawa. Setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing yang dengan mudah dikenali hanya dengan melihat banyaknya bunga pertangkai dan besar-kecilnya batang. Bunga lain yang umumnya dipakai untuk menyelaraskan bunga sedap malam adalah bunga gradiol, anggrek douglas, aster dan bunga lain yang berfungsi menyemarakan keindahan bunga sedap malam.
          Harga bunga sedap malam menjelang hari lebaran tahun ini melonjak jauh dari tahun sebelumnya baik yang dijual eceran maupun yang dijual perikat (80-100 batang). Jika pada tahun kemarin harga 1 (satu) gabungnya (untuk jenis yang paling bagus) adalah 350,000-an, maka pada tahun ini justeru yang paling murah adalah 300,000-an. Wajar jika kemudian harga eceran terendah pada saat tulisan ini dibuat adalah 4,000/ batang. Spekulasi harga bunga sedap malam ini baru akan berakhir pada saat malam takbiran yang tahun ini jatuh pada malam jum'at. Artinya harga pasaran bunga sedap malam untuk hari lebaran ini baru bisa diketahui pada malam takbiran, baik yang dijual perbatang maupun gabungan. Harga bunga sedap malam ini bisa terus menanjak naik jika cuaca cerah dan tidak ada perbedaan hari lebaran yang diumumkan oleh beberapa organisasi besar keagamaan. Sebaliknya, harga bunga sedap malam ini juga akan menukik tajam jika terjadi perbedaan lebaran dan hujan terus mengguyur sepanjang malam takbiran. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan yang melimpah bagi seluruh umat Islam yang taat dan bagi para pedagang bunga sedap malam musiman ini.
          Jadi  harga bunga sedap malam untuk hari lebaran tahun ini diperkirakan 7,500 - 10,000/batang. Semakin kita menginginkan bunga-bunga sedap malam yang bagus dan pilihan maka akan semakin mahal harganya. Oleh karena itu, biasanya ada kombinasi yang dilakukan oleh para pengecer yang menjual per 5 batang atau per 10 batang. Di dalam satu ikatan ada yang batangnya  besar dan ada yang kecil, ada yang bunganya banyak dan ada juga yang hanya ujungnya saja. Jadi silahkan anda memilih bunga sedap malam  dengan sekasama bila anda membelinya langsung dari para pedagang musiman ini.
          Untuk bunga sedap malam dengan kualitas terbaik, silahkan menghubungi toko bunga online Anadisya Florist. Minimal pemesanan 25 batang per 1 tujuan pengiriman. Silahkan menghubungi 021-91866022 untuk keterangan lebih lanjut.

Waduh <b>Anggrek</b> Terbaik Dunia Hilang !!

Posted: 06 Sep 2010 01:00 AM PDT


Ketiga tempat tersebut, yaitu di Filipina dan di Indonesia yaitu di Bogor dan di Tanah Laut atau di Pelaihari ibukota kabupaten tersebut.

Dari tiga tempat tersebut, kata Aida yang hadir dalam acara buka bersama komunitas jurnalis "Pena Hijau" Kalsel, anggrek bulan Pelaihari yang paling bagus untuk dijadikan sebagai inti silang karena adanya berbagai kelebihan yang tidak terdapat pada anggrek jenis lainnya di daerah lain.

Beberapa kelebihan tersebut, kata Aida yang didampingi sekretaris PAI Yulianto, antara lain, anggrek bulan Pelaihari memiliki masa bunga cukup lama antara tiga sampai enam bulan sedangkan anggrek biasa tidak lebih dari satu bulan.

Selain itu, kata dia, jumlah kuntum dalam satu tangkai bisa mencapai antara 25-50 buah sedangkan anggrek biasa hanya sekitar 10-15 kuntum, dan banyak cabang dalam tangkai, sedangkan anggrek lainnya hanya satu cabang.

Anggrek bulan Pelaihari ini juga merupakan salah satu jenis anggrek yang memiliki bunga yang sangat indah berwarna putih bersih sehingga harganya pun cukup mahal bisa mencapai Rp5 juta satu pohon.

Sayangnya, kata Yulianto, jenis bunga yang dinobatkan sebagai bunga terbaik dunia di jenisnya tersebut, kini tidak ditemukan lagi di habitatnya, karena kesalahan kebijakan pemerintah masa lalu.

"Dulu anggrek merupakan tanaman hasil komoditas yang bisa diperjualbelikan, sehingga pada saat itu penjualan anggrek Pelaihari ke berbagai negara cukup marak, hingga akhirnya anggrek kebanggaan tersebut sulit ditemukan bahkan tidak ada lagi di hutan Pelaihari," katanya.

Beruntung, kata dia, beberapa penghobi di Pelaihari maupun di daerah Kalsel lainnya, masih menyimpan dan berhasil mengembangbiakkan bunga langka tersebut, kendati jumlahnya tidak sebanyak yang diharapkan.

Menurut Yulianto, saat ini penghobi hanya mengembangbiakkan tanaman langka tersebut dengan mengandalkan proses alam, antara lain yaitu penyebaran biji yang masak melalui angin.

Pengembangbiakan cara tersebut, kata dia, tingkat keberhasilannya hanya sekitar satu persen dari ribuan serbuk biji anggrek tersebut.

Selain itu, pengembangbiakan juga melalui anakan yang tumbuh disamping induk dan juga pengembangbiakan anakan yang tumbuh ditangkai.

Cara-cara tersebut diatas, kata dia, tingkat keberhasilannya sangat sedikit, karena hanya mengandalkan faktor alam atau alamiah tanpa media apa pun.

"Sebenarnya ada media lain yang tingkat keberhasilannya tinggi dan cepat yaitu dengan media adar(persemaian) , namun biayanya cukup tinggi, sehingga jarang penghobi yang memanfaatkan media tersebut," katanya.

Seharusnya, kata dia, pemerintah daerah dan provinsi Kalsel bisa peduli dengan hal tersebut, karena anggrek langka tersebut bisa menjadi salah satu kekayaan alam Kalsel yang tidak terhingga dan akan sangat diburu oleh pecinta anggrek dari belahan dunia.

Jangan sampai, kata Yulianto, Kalsel kembali kehilangan tiga jenis anggrek khas Kalsel seperti, "dendrobium lowii", "spathoglottis aurea" atau anggrek tanah kuning dan anggrek jenis "denbrobium" lainnya, yang kini tidak bisa lagi ditemukan baik di hutan maupun di penghobi.

Ketua Komunitas jurnalis "Pena Hijau" Denny Susanto mengatakan, pihaknya akan terus mendukung upaya pelestarian anggrek Pelaihari maupun anggrek lokal Kalsel lainnya.

"Kita akan mendorong pemerintah untuk lebih peduli dengan kekayaan alam Kalsel yang tidak terhingga ini," kata Denny usai acara buka bersama dengan anggota Pena Hijau, PAI dan PT Adaro Indonesia.



Langka

Secara nasional kata Sekretaris PAI Yulianto, terdapat sekitar 4000 jenis anggrek, yang 1000 di antaranya berada di Kalsel serta 3000 lainnya hidup di provinsi-provinsi lainnya di Kalimantan.

Dari 1000 jenis anggrek Kalsel tersebut, tujuh di antaranya merupakan anggrek langka yang dilindungi oleh undang-undang sehingga tidak bisa diperjualbelikan.

Ketujuh jenis anggrek yang dilindungi tersebut yaitu "paraphalaenopsis laycocki", "paraphalaenopsis labukensis" dan "paraphalaenopsis serpentilingua", ketiganya merupakan jenis anggrek tikus yang kini sulit didapat.

Selanjutnya, "phalaenopsis gigantea" atau anggrek bulan gajah, "coelogyne pandurata" atau anggrek hitam, "spathoglottis aurea" atau anggrek tanah kuning dan "grammatophylium speciosum".

Read More

Selasa, 07 September 2010

bunga anggrek: Karangan Bunga | Kilat! - The Flash Fiction Challenge

bunga anggrek: Karangan <b>Bunga</b> | Kilat! - The Flash Fiction Challenge


Karangan <b>Bunga</b> | Kilat! - The Flash Fiction Challenge

Posted: 06 Sep 2010 10:50 PM PDT

Pagi yang cerah. Perempuan itu berangkat ke kantornya dengan senyum mengembang. Ini tahun baru, pikirnya, jadi semangat harus baru.
Disapanya siapa saja yang ia temui sejak keluar dari rumah. Mereka yang menerima salamnya pagi itu merasa heran. Perempuan itu biasanya ketus. Jangankan memberi salam, menyapa pun tak pernah. Orang-orang berpikir ia pasti orang penting di kantornya sehingga ia tidak merasa perlu menganggap penting orang lain.
Tetapi pagi itu ia berbeda. Ia menjadi sangat ramah.
"Selamat pagi, Susi,"sapanya kepada sekretarisnya.
Susi si sekretaris sedikit tersentak.
"Se…selamat pagi, Bu,"jawabnya gugup.
"Bagaimana pesta tahun barumu kemarin?"tanya perempuan itu lagi.
"Sa…saya di rumah saja, Bu. Ayah saya sakit. Jadi saya harus menjaganya,"jawab Susi masih dengan nada gugup.
Tidak biasanya, pikir Susi. Sehari-hari perempuan itu selalu menghujaninya dengan ratusan perintah yang nyaris datang bersamaan, sehingga ia harus pontang-panting melayaninya.
"Oo, semoga cepat sembuh ya,"kata perempuan itu sambil membuka pintu ruangannya dengan kunci yang selalu dibawanya. Di depan pintu, ia tertegun. Mematung seperti bocah durhaka kena kutuk.
"Karangan bunga dari siapa itu?"tanya perempuan itu.
Si sekretaris berdiri dari kursi dan ikut melongok ke dalam ruang kerja.
"Tidak tahu, Bu. Kan ibu yang selalu bawa kunci ruangan itu?"
Pelan, perempuan itu melangkah masuk. Didekatinya rangkaian bunga dalam vas tanah liat yang bunga-bunganya telah mengering. Perempuan itu masih mengenali bunga-bunga dalam rangkaian itu: mawar, anyelir, anggrek dan lili.
Amplop kusam terselip di antara kuntum-kuntum bunga. Perempuan itu membukanya, menarik kartu dari dalamnya kemudian membacanya.

"Sayang, melihatmu ceria pagi ini, aku bahagia. Cantik, tetaplah tersenyum. Aku selalu menyayangimu."

Perempuan itu tertegun. Hanya seorang dalam hidupnya yang selalu menyebutnya ‘cantik’ : almarhum suaminya. Ia teringat, seminggu sebelum tahun baru, ia menziarahi makam suaminya. Dibawanya rangkaian bunga dalam vas tanah liat.
Perempuan itu mengangkat vas itu dari meja kerjanya.
"Ibu mau saya membuangnya?" tanya sekretarisnya.
Perempuan itu menggeleng dan tersenyum.
"Tidak. Saya akan menyimpannya," jawabnya.
Perempuan itu mendekap rangkaian bunga itu ke dadanya. Perasaan hangat menyelimutinya. Ia yakin almarhum suaminya hadir bersama rangkaian bunga itu.
"Terima kasih, sayang," bisik perempuan itu.

Pertolongan Allah Tak Pernah Telat | Khoirunnasi Anfa-uhum Linnas

Posted: 06 Sep 2010 08:34 PM PDT

Tak hanya itu, dia juga memberikan bunga anggrek yang mahal-mahal. Untuk almari dari kayu jati, harganya kira-kira Rp 5 juta. Itu sekitar tahun 1997. Jadi, sangat besar nilainya. Penjual almari saja ketika tahu dia akan pindah, ...

Obyek Wisata di Kabupaten Hulu Sungai Selatan - BLOG BERITA ONLINE

Posted: 05 Sep 2010 06:51 AM PDT

Gungung Kantawan

Gunung Kentawan lebih dikenal sebagai lambang sari kawasan Loksado karena letaknya strategis dan dapat dilihat dari berbagai penjuru.
Gunung ini adalah kawasan hutan lindung berupa gunung batu yang ditumbuhi pepohonan disekelilingnya, letak kawasan ini sekitar 28 Km dari kota Kandangan, dan untuk mencapainyahanya jalan kaki lewat Desa Lumpangi, muara Hanip atau Datar Belimbing (Hulu Banyu). Dengan memiliki luas sekitar 245 ha, didalamnya terdapat aneka jenis flora termasuk anggrek Hutan dan fauna yang dilindungi seperti Bekantan, Owa-Owa, Raja Udang (Halcyon SP)dll.

Air Panas Tanuhi merupakan obyek wisata yang sangat indah dan menarik untuk dikunjungi, disamping pemandangan yang indah juga tersedia beberapa fasilitas seperti : Cottag Type A dan B, Gazebo, Aula untuk pertemuaan, Kolam Renang, Kolam Berendam, Kolam Air Panas dari Panas Alam, Cafetaria, Lapangan Tenis dan Tempat Bermain Anak. Akses jalan menuju tempat lokasi sangat mudah dari Ibukota Propinsi Banjarmasin 168 km bisa ditempuh dengan roda 4 selama 4 jam.

Kawasan Loksado memiliki hutan primer banyak ditumbuhi pepohonan dan kayu-kayuan yang beraneka ragam. Jenis pohon yang tumbuh diwilayah ini adalah seperti: Meranti, Sungkai, Ulin, Karet, Kayu Manis, dan jenis pohon buah-buahan serta aneka jenis bunga Anggrek. Didalam hutan juga hidup berbagai satwa, seperti: Kijang, Kancil, Macam, Beruang, aneka jenis kera termasuk Bekantan, Satwa Melata dan jenis burung, seperti: Raja Udang, Enggang, Ayam, Hutan dll. Begitu pula dengan Kupu-Kupu dengan aneka warna yang menawan.

Loksado merupakan magnet yang menjadi primadona wisata alam (petualangan) paling laris dijual ke wisatawan mancanegara.Objek wisata alam Loksado tak hanya menarik dari segi kesejukan alam, air terjun bertingkat dan pemandinan air panas di desa Tanuhi.Pernak-pernik kekayaan budayanya menjadi sumber inspirasi bagi peneliti budaya dan tumbuh-tumbuhan. Ada 43 Balai (rumah adat) tersebar di 9 desa kecamatan Loksado. Yang paling besar adalah Balai Malaris, Balai Haratai, dan Balai Padang.

Balai Malaris

Balai Haratai
Balai Padang

Arung Jeram dengan rakit bambu di sungai Amandit adalah puncak dari kegiatan perjalanan setelah beberapa hari. Kegiatan inilah yang paling banyak disukai oleh banyak wisatawan dan yang palinng mengesankan. Ada beberapa lokasi yang bagus untuk memulai perjalanan dengan tingkat kesulitan dan waktu tempuh yang bervariasi tergantung dari keinginan wisatawan itu sendiri.

Air Terjun Haratai

Air terjun Haratai terletak di desa lebih kurang 15 menit perjalanan dari Balai Haratai, dapat ditempuh dengan memasuki hutan bambu dan perkebuna karet atau kayu manis. Air terjun tersebut bertingkat tiga dengan ketinggian masing-masing 13 meter. Pengunjung dapat bermandi ria pada telaga, tetapi dibagian bawah air terjunnya, atau hanya duduk-dudk diatas bebatuan besar. Tersedia juga tempat ganti pakaian dan shel teruntuk beristirahat.
Air Terjun Riam Anai ± 2 km dari desa Malaris Kecamatan Loksado merupakan air terjun yang sangat deras dengan ketinggian 4 meter.
Air Terjun Kilat Api terletak di deas Tanuhi 4 km dari penginapan/cottage Tanuhi. Bisa ditempuh dengan kendaraan roda 4 atau roda 2.

ANTARA News: <b>Anggrek</b> Terbaik Dunia Hilang Dari Hutan Kalsel

Posted: 04 Sep 2010 10:54 PM PDT


Ketua Persatuan Anggrek Indonesia (PAI) Kalimantan Selatan, Aida Muslimah, di Banjarmasin Sabtu mengatakan, anggrek lokal yang terkenal di dunia ini hanya ada pada tiga tempat.

Ketiga tempat tersebut, yaitu di Filipina dan di Indonesia yaitu di Bogor dan di Tanah Laut atau di Pelaihari ibukota kabupaten tersebut.

Dari tiga tempat tersebut, kata Aida yang hadir dalam acara buka bersama komunitas jurnalis "Pena Hijau" Kalsel, anggrek bulan Pelaihari yang paling bagus untuk dijadikan sebagai inti silang karena adanya berbagai kelebihan yang tidak terdapat pada anggrek jenis lainnya di daerah lain.

Beberapa kelebihan tersebut, kata Aida yang didampingi sekretaris PAI Yulianto, antara lain, anggrek bulan Pelaihari memiliki masa bunga cukup lama antara tiga sampai enam bulan sedangkan anggrek biasa tidak lebih dari satu bulan.

Selain itu, kata dia, jumlah kuntum dalam satu tangkai bisa mencapai antara 25-50 buah sedangkan anggrek biasa hanya sekitar 10-15 kuntum, dan banyak cabang dalam tangkai, sedangkan anggrek lainnya hanya satu cabang.

Anggrek bulan Pelaihari ini juga merupakan salah satu jenis anggrek yang memiliki bunga yang sangat indah berwarna putih bersih sehingga harganya pun cukup mahal bisa mencapai Rp5 juta satu pohon.

Sayangnya, kata Yulianto, jenis bunga yang dinobatkan sebagai bunga terbaik dunia di jenisnya tersebut, kini tidak ditemukan lagi di habitatnya, karena kesalahan kebijakan pemerintah masa lalu.

"Dulu anggrek merupakan tanaman hasil komoditas yang bisa diperjualbelikan, sehingga pada saat itu penjualan anggrek Pelaihari ke berbagai negara cukup marak, hingga akhirnya anggrek kebanggaan tersebut sulit ditemukan bahkan tidak ada lagi di hutan Pelaihari," katanya.

Beruntung, kata dia, beberapa penghobi di Pelaihari maupun di daerah Kalsel lainnya, masih menyimpan dan berhasil mengembangbiakkan bunga langka tersebut, kendati jumlahnya tidak sebanyak yang diharapkan.

Menurut Yulianto, saat ini penghobi hanya mengembangbiakkan tanaman langka tersebut dengan mengandalkan proses alam, antara lain yaitu penyebaran biji yang masak melalui angin.

Pengembangbiakan cara tersebut, kata dia, tingkat keberhasilannya hanya sekitar satu persen dari ribuan serbuk biji anggrek tersebut.

Selain itu, pengembangbiakan juga melalui anakan yang tumbuh disamping induk dan juga pengembangbiakan anakan yang tumbuh ditangkai.

Cara-cara tersebut diatas, kata dia, tingkat keberhasilannya sangat sedikit, karena hanya mengandalkan faktor alam atau alamiah tanpa media apa pun.

"Sebenarnya ada media lain yang tingkat keberhasilannya tinggi dan cepat yaitu dengan media adar(persemaian) , namun biayanya cukup tinggi, sehingga jarang penghobi yang memanfaatkan media tersebut," katanya.

Seharusnya, kata dia, pemerintah daerah dan provinsi Kalsel bisa peduli dengan hal tersebut, karena anggrek langka tersebut bisa menjadi salah satu kekayaan alam Kalsel yang tidak terhingga dan akan sangat diburu oleh pecinta anggrek dari belahan dunia.

Jangan sampai, kata Yulianto, Kalsel kembali kehilangan tiga jenis anggrek khas Kalsel seperti, "dendrobium lowii", "spathoglottis aurea" atau anggrek tanah kuning dan anggrek jenis "denbrobium" lainnya, yang kini tidak bisa lagi ditemukan baik di hutan maupun di penghobi.

Ketua Komunitas jurnalis "Pena Hijau" Denny Susanto mengatakan, pihaknya akan terus mendukung upaya pelestarian anggrek Pelaihari maupun anggrek lokal Kalsel lainnya.

"Kita akan mendorong pemerintah untuk lebih peduli dengan kekayaan alam Kalsel yang tidak terhingga ini," kata Denny usai acara buka bersama dengan anggota Pena Hijau, PAI dan PT Adaro Indonesia.



Langka

Secara nasional kata Sekretaris PAI Yulianto, terdapat sekitar 4000 jenis anggrek, yang 1000 di antaranya berada di Kalsel serta 3000 lainnya hidup di provinsi-provinsi lainnya di Kalimantan.

Dari 1000 jenis anggrek Kalsel tersebut, tujuh di antaranya merupakan anggrek langka yang dilindungi oleh undang-undang sehingga tidak bisa diperjualbelikan.

Ketujuh jenis anggrek yang dilindungi tersebut yaitu "paraphalaenopsis laycocki", "paraphalaenopsis labukensis" dan "paraphalaenopsis serpentilingua", ketiganya merupakan jenis anggrek tikus yang kini sulit didapat.

Selanjutnya, "phalaenopsis gigantea" atau anggrek bulan gajah, "coelogyne pandurata" atau anggrek hitam, "spathoglottis aurea" atau anggrek tanah kuning dan "grammatophylium speciosum".
(T.U004/A011/P003)

Read More

Senin, 06 September 2010

bunga anggrek: Dua Jenis Anggrek Sudah Sulit Dijumpai | Wartadigital.Com - Satu ...

bunga anggrek: Dua Jenis <b>Anggrek</b> Sudah Sulit Dijumpai | Wartadigital.Com - Satu <b>...</b>


Dua Jenis <b>Anggrek</b> Sudah Sulit Dijumpai | Wartadigital.Com - Satu <b>...</b>

Posted: 06 Sep 2010 01:36 AM PDT

Dua Jenis Anggrek Sudah Sulit Dijumpai

BANJARMASIN, KOMPAS.com – Sedikitnya dua jenis anggrek endemis Kalimantan Selatan, yakni Dendrobium lowii dan Dendrobium hepaticum saat ini sangat sulit ditemukan di alam liar. Untuk mendapatkan jenis anggrek ini orang harus berburu ke penangkar, bahkan membeli ke penangkar anggrek di luar negeri.

Wakil Ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Kalsel Ferry F Hoesoen, di Banjarmasin, Senin (6/9/2010), mengemukakan kedua jenis anggrek ini dulu bisa ditemukan di tempat yang kini menjadi Kota Banjarmasin. Namun, sekarang di Pegunungan Meratus pun sangat susah ditemukan. "Dua tahun kami melakukan observasi lapangan namun belum juga menemukan," ujarnya.

Dendrobium lowii memiliki ciri-ciri hampir sama dengan jenis dendrobium lainnya yang tumbuh di Pegunungan Meratus. Batang Dendrobium lowii agak berbulu dengan bunga warna kuning terang dan ukuran kelopak bunganya 4-5 sentimeter. Sedang Dendrobium Hepaticum memiliki ciri-ciri bunga berwarna seperti hati.  

"Kemarin ada pameran di Singapura, terpaksa kami membeli dari sana. Itupun hanya sedikit, karena sudah diborong orang," ujarnya. Karena itulah, meski cukup sulit PAI Kalsel kini berusaha untuk mendapatkan bibit anggrek yang telah langka itu guna dikembangkan lagi di Kalsel.

Yulianto mengatakan selain Dendrobium lowii dan hepaticum, ada satu lagi yakni Spathoglottis aurea yang juga sulit ditemukan. Anggrek langka ini umumnya memiliki sifat sulit berkembang biak. Selain itu, bentuknya juga unik sehingga memancing orang untuk memiliki.

Kalau anggrek bulan Phalaenopsis amabilis var Palaihari itu juga sudah tidak ada di alam. "Untungnya para pecinta anggrek Kalsel masih memiliki jenis ini, dan perkembangbiakannya masih bisa keluar anakan di samping batang induk. Jadi dia tidak hilang begitu saja layaknya Dendrobium lowii dan Dendrobium hepaticum," ujar Yulianto.     

Dua Jenis Anggrek Sudah Sulit Dijumpai

Posted: 06 Sep 2010 12:04 AM PDT

BANJARMASIN, KOMPAS.com - Sedikitnya dua jenis anggrek endemis Kalimantan Selatan, yakni Dendrobium lowii dan Dendrobium hepaticum saat ini sangat sulit ditemukan di alam liar. Untuk mendapatkan jenis anggrek ini orang harus berburu ke penangkar, bahkan membeli ke penangkar anggrek di luar negeri.

Wakil Ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Kalsel Ferry F Hoesoen, di Banjarmasin, Senin (6/9/2010), mengemukakan kedua jenis anggrek ini dulu bisa ditemukan di tempat yang kini menjadi Kota Banjarmasin. Namun, sekarang di Pegunungan Meratus pun sangat susah ditemukan. "Dua tahun kami melakukan observasi lapangan namun belum juga menemukan," ujarnya.

Dendrobium lowii memiliki ciri-ciri hampir sama dengan jenis dendrobium lainnya yang tumbuh di Pegunungan Meratus. Batang Dendrobium lowii agak berbulu dengan bunga warna kuning terang dan ukuran kelopak bunganya 4-5 sentimeter. Sedang Dendrobium Hepaticum memiliki ciri-ciri bunga berwarna seperti hati.  

"Kemarin ada pameran di Singapura, terpaksa kami membeli dari sana. Itupun hanya sedikit, karena sudah diborong orang," ujarnya. Karena itulah, meski cukup sulit PAI Kalsel kini berusaha untuk mendapatkan bibit anggrek yang telah langka itu guna dikembangkan lagi di Kalsel.

Yulianto mengatakan selain Dendrobium lowii dan hepaticum, ada satu lagi yakni Spathoglottis aurea yang juga sulit ditemukan. Anggrek langka ini umumnya memiliki sifat sulit berkembang biak. Selain itu, bentuknya juga unik sehingga memancing orang untuk memiliki.

Kalau anggrek bulan Phalaenopsis amabilis var Palaihari itu juga sudah tidak ada di alam. "Untungnya para pecinta anggrek Kalsel masih memiliki jenis ini, dan perkembangbiakannya masih bisa keluar anakan di samping batang induk. Jadi dia tidak hilang begitu saja layaknya Dendrobium lowii dan Dendrobium hepaticum," ujar Yulianto.     

 

 

 

 

 

YouTube - bunga anggrek

Posted: 04 Sep 2010 11:17 PM PDT

a beautiful (indonesian) tune. The perfect BT is from "global.instro.nl " ton van tergouw. Many thanks !!!

BungaPapan untuk Pernikahan &amp; Perkawinan | <b>Bunga</b> Ucapan - <b>Bunga</b> <b>...</b>

Posted: 04 Sep 2010 03:19 AM PDT

bunga papan bentuk hati ini  tidak dapat diletakkan di atas papan seperti umumnya bunga papan. Sebab sterofoam bagian atas papan bunganya tidak ditopang/perkuat kayu penyangga seperti papan bunga bentuk kotak. Jika masih tetap ditopang kayu maka hasilnya kayu tersebut akan terlihat dari depan dan ini kurang bagusmenjadikan seolah seperti tidak dokerjakan oleh tenaga yang profesional. Bagian tengah dari papan bunga bentuk hati ini umumnya kosong (tidak ditutupi sterofoam) sehingga pada bagian ini biasanya diberikan jambul/mahkota seperti gambar diatas. Inilah yang menjadikannya unik dan cantik. Dengan 3 rangkaian bunga di tengah papan menjadikannya terlihat mewah. Tinggal kita memilih apakah bagian atas yang melengkung tersebut di berikan list spon (seperti gambar di atas) atau diganti dengan list suyok kertas atau bunga dahlia. Kami tidak menyarankan diberikan list daun asparagus dan anggrek douglas karena telihat seperti rambut yang acak-acakan.  Untuk bagian pengirim di bawah tidak masalah jika kita ingin memberikan list daun asparagus tebal atau bunga anggrek douglas.



Bunga papan ucapan untuk pernikahan dan perkawinan di Jakarta mempunyai 5 macam jenis ucapan yang pada intinya terarah pada 1 (satu) yaitu mengucapkan rasa ikut berbahagia dan medoakan kedua mempelai agar panjang jodoh dan setia sepanjang masa. Kelima ucapan tersebut adalah Selamat & Bahagia (Selamat Berbahagia), Happy Wedding, Congratulations on your wedding day yang di singkat Congratulations, Selamat Menempuh Hidup Baru dan Best Wishes. Untuk yang terakhir ini biasanya dikirimkan untuk pesta pernikahan yang diselenggarakan oleh orang Bombay (India) yang tinggal di Jakarta.

Contoh bunga papan ucapan selamat dan bahagia yang besar, mewah dan elegan.

Read More

Minggu, 05 September 2010

bunga anggrek: ANTARA News: Anggrek Terbaik Dunia Hilang Dari Hutan Kalsel

bunga anggrek: ANTARA News: <b>Anggrek</b> Terbaik Dunia Hilang Dari Hutan Kalsel


ANTARA News: <b>Anggrek</b> Terbaik Dunia Hilang Dari Hutan Kalsel

Posted: 04 Sep 2010 10:54 PM PDT


Ketua Persatuan Anggrek Indonesia (PAI) Kalimantan Selatan, Aida Muslimah, di Banjarmasin Sabtu mengatakan, anggrek lokal yang terkenal di dunia ini hanya ada pada tiga tempat.

Ketiga tempat tersebut, yaitu di Filipina dan di Indonesia yaitu di Bogor dan di Tanah Laut atau di Pelaihari ibukota kabupaten tersebut.

Dari tiga tempat tersebut, kata Aida yang hadir dalam acara buka bersama komunitas jurnalis "Pena Hijau" Kalsel, anggrek bulan Pelaihari yang paling bagus untuk dijadikan sebagai inti silang karena adanya berbagai kelebihan yang tidak terdapat pada anggrek jenis lainnya di daerah lain.

Beberapa kelebihan tersebut, kata Aida yang didampingi sekretaris PAI Yulianto, antara lain, anggrek bulan Pelaihari memiliki masa bunga cukup lama antara tiga sampai enam bulan sedangkan anggrek biasa tidak lebih dari satu bulan.

Selain itu, kata dia, jumlah kuntum dalam satu tangkai bisa mencapai antara 25-50 buah sedangkan anggrek biasa hanya sekitar 10-15 kuntum, dan banyak cabang dalam tangkai, sedangkan anggrek lainnya hanya satu cabang.

Anggrek bulan Pelaihari ini juga merupakan salah satu jenis anggrek yang memiliki bunga yang sangat indah berwarna putih bersih sehingga harganya pun cukup mahal bisa mencapai Rp5 juta satu pohon.

Sayangnya, kata Yulianto, jenis bunga yang dinobatkan sebagai bunga terbaik dunia di jenisnya tersebut, kini tidak ditemukan lagi di habitatnya, karena kesalahan kebijakan pemerintah masa lalu.

"Dulu anggrek merupakan tanaman hasil komoditas yang bisa diperjualbelikan, sehingga pada saat itu penjualan anggrek Pelaihari ke berbagai negara cukup marak, hingga akhirnya anggrek kebanggaan tersebut sulit ditemukan bahkan tidak ada lagi di hutan Pelaihari," katanya.

Beruntung, kata dia, beberapa penghobi di Pelaihari maupun di daerah Kalsel lainnya, masih menyimpan dan berhasil mengembangbiakkan bunga langka tersebut, kendati jumlahnya tidak sebanyak yang diharapkan.

Menurut Yulianto, saat ini penghobi hanya mengembangbiakkan tanaman langka tersebut dengan mengandalkan proses alam, antara lain yaitu penyebaran biji yang masak melalui angin.

Pengembangbiakan cara tersebut, kata dia, tingkat keberhasilannya hanya sekitar satu persen dari ribuan serbuk biji anggrek tersebut.

Selain itu, pengembangbiakan juga melalui anakan yang tumbuh disamping induk dan juga pengembangbiakan anakan yang tumbuh ditangkai.

Cara-cara tersebut diatas, kata dia, tingkat keberhasilannya sangat sedikit, karena hanya mengandalkan faktor alam atau alamiah tanpa media apa pun.

"Sebenarnya ada media lain yang tingkat keberhasilannya tinggi dan cepat yaitu dengan media adar(persemaian) , namun biayanya cukup tinggi, sehingga jarang penghobi yang memanfaatkan media tersebut," katanya.

Seharusnya, kata dia, pemerintah daerah dan provinsi Kalsel bisa peduli dengan hal tersebut, karena anggrek langka tersebut bisa menjadi salah satu kekayaan alam Kalsel yang tidak terhingga dan akan sangat diburu oleh pecinta anggrek dari belahan dunia.

Jangan sampai, kata Yulianto, Kalsel kembali kehilangan tiga jenis anggrek khas Kalsel seperti, "dendrobium lowii", "spathoglottis aurea" atau anggrek tanah kuning dan anggrek jenis "denbrobium" lainnya, yang kini tidak bisa lagi ditemukan baik di hutan maupun di penghobi.

Ketua Komunitas jurnalis "Pena Hijau" Denny Susanto mengatakan, pihaknya akan terus mendukung upaya pelestarian anggrek Pelaihari maupun anggrek lokal Kalsel lainnya.

"Kita akan mendorong pemerintah untuk lebih peduli dengan kekayaan alam Kalsel yang tidak terhingga ini," kata Denny usai acara buka bersama dengan anggota Pena Hijau, PAI dan PT Adaro Indonesia.



Langka

Secara nasional kata Sekretaris PAI Yulianto, terdapat sekitar 4000 jenis anggrek, yang 1000 di antaranya berada di Kalsel serta 3000 lainnya hidup di provinsi-provinsi lainnya di Kalimantan.

Dari 1000 jenis anggrek Kalsel tersebut, tujuh di antaranya merupakan anggrek langka yang dilindungi oleh undang-undang sehingga tidak bisa diperjualbelikan.

Ketujuh jenis anggrek yang dilindungi tersebut yaitu "paraphalaenopsis laycocki", "paraphalaenopsis labukensis" dan "paraphalaenopsis serpentilingua", ketiganya merupakan jenis anggrek tikus yang kini sulit didapat.

Selanjutnya, "phalaenopsis gigantea" atau anggrek bulan gajah, "coelogyne pandurata" atau anggrek hitam, "spathoglottis aurea" atau anggrek tanah kuning dan "grammatophylium speciosum".
(T.U004/A011/P003)

Anggrek Terbaik di Dunia Itu Hilang

Posted: 04 Sep 2010 11:19 PM PDT

Anggrek Terbaik di Dunia Itu Hilang

Anggrek Terbaik Dunia Hilang Dari Hutan Kalsel

Posted: 04 Sep 2010 11:04 PM PDT

Anggrek Terbaik Dunia Hilang Dari Hutan Kalsel

Setangkai anggrek basah.

Posted: 03 Sep 2010 10:09 AM PDT

Setangkai Anggrek Basah

Suara Hati Nurani Anak Bangsa By: Frans Hero Kamsia Purba,B.Sc <b>...</b>

Posted: 02 Sep 2010 06:31 PM PDT

Prospek dan potensi Indonesia yang memiliki potensi untuk mengembangkan florikultura tropis dan subtropis memperoleh kesempatan besar untuk memasuki berbagai segmen pasar domestik dan pasar internasional. Pengembangan agribisnis Hortikultura, Tanaman Hias dan khususnya daerah Cigeunang, Cianjur, Karawang, Cikarang, dan Kabupaten Bandung. Kabupaten Jawa Barat merupakan salah satu daerah yang dikunjungi pada kesempatan ini oleh pelaku usaha Agribisnis asal Jepang yang ingin bermitra dengan pelaku usaha agribisnis Indonesia sebagai calon mitra kerjasama ekspor / consultant dan khususnya dalam menjalin pengembangan peluang pangsa ekspor Indonesia ke wilayah negara di Asia-Pasific. Adapun pengusaha yang berkunjung dalam kunjungan tersebut: 1. Mr. Matsumoto Tadashi, Presiden Director The Agri Matsumoto, Co. Ltd, 2. Mr. Fukui Hirokazu, Professor Gifu University, 3. Ms. Kotake Hisako, Staff Hortikultura Chiba Pref, 4. Mr. Kashiwakuma Yukitoshi, Staff Hortikultura Chiba Pref, 5. Mr. Ida Hisatoshi, Asosiasi Petani Chiba Pref, 7. Mr. Nozawa Takeo, Horticulturist, 7. Mr. Nozawa Masakatsu, Sagami Jitsugyo Co. Ltd and Consultant of Horticulture, dan didampingi oleh 8. Ibu Luki Budiarti dari CV. Arjuna Flora, Batu, Malang, Jawa Timur.

Para Pelaku Usaha Jepang tersebut berkunjung ke PT. Transplant Indonesia didaerah Cigeunang, Cianjur, Tayouno Hana Garden dan melakukan diskusi dengan Mr. Morihide Nakasone selaku Plant Director dari perusahaan tersebut. Dimana telah membina petani di sekitar Cigeunang dalam pengembangan bibit tanaman hias Chysanthemum untuk ekspor ke Jepang. Dimana Perusahaan ini telah berjalan selama 15 tahun dan memiliki daerah tanaman grower bibit chrysanthemum 4.5 Ha. Dan peluang ini merupakan pembelajaran bagi CV. Arjuna Flora selaku perusahaan yang dipimpin oleh Ibu Luki Budiarti dalam pengembangan akses pasar peluang tanaman hias, baik dari segi manajemen pengelolaan, growers sampai kepada marketing. CV Arjuna Flora dibawah pimpinan Ir. Luki Budiarti dengan dibantu oleh keluarga, berkerjasama dengan mitra pelaku usaha bunga dari Jepang berkembang menjadi beberapa bidang usaha, baik pemasaran eksklusif produk pertanian khususnya ke negara Jepang dan negara-negara lainnya dengan menerapkan Komoditas Impor Tujuan Ekspor, menggali sumberdaya pertanian Indonesia berpotensi ekspor, maupun menjalin kerjasama dengan berbagai kemitraan nasional, diantaranya:
a. Impor Umbi Sandersonia, Umbi Cala Lily, Cyrthanthus, dan sebagainya untuk dibudidayakan di Kebun CV Arjuna Flora dan hasilnya ada yang di ekspor dan ada yang dijual lokal dan dikembangkan.
b. Ekspor umbi zephyranthes & cyrthantus ke Jepang
c. Ekspor Stamp. American Blue (Evolvulus sp.), Stamp Corius ke Jepang
d. Ekspor ubi ungu (beniimo), ketela kuning (beni azuma), dan jenis ketela varietas lainnya yang sudah diproses dan dibekukan ke Jepang
e. Ekspor Bunga dan Daun Potong, dengan impor bibit dari Jepang, New Zealand, Taiwan dan sebagainya
f. Budidaya dan pengiriman bunga potong, daun potong dan tanaman hias ke berbagai daerah di Indonesia
g. Kemitraan dengan PT Mitra Tani Agro Unggul dalam budidaya cabai merah, dapat membina dan memberdayakan lebih dari 500 petani, melalui dukungan Ketua Dewan Horti Nasional dan Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia
Pada kesempatan ini Tim pelaku usaha dari Jepang juga berkunjung ke PT. Eka Karya Graha Flora, didaerah Cimangkok, jalan menuju Cianjur Ke Sukabumi, yang memiliki plantation tanaman hias untuk grower tanaman anggrek Paleonopsis dan jenis anggrek lainnya. Tanaman anggrek juga merupakan komoditas perdagangan yang sangat penting. Pada saat ini, banyak perusahaan yang membudidayakan tanaman anggrek, salah satunya PT Ekakarya Graha Flora. Dalam hal ini Mr. Yamaguchi merupakan Consultant dan co-partner bisnis dari Perusahaan PT. Eka Karya Graha Flora yang memberikan penjelasan secara detail market information terkait peluang anggrek Paleonopsis yang ternyata potensi pasar lokal Indonesia sendiri sangat besar seperti di Jawa, Kalimantan dan Bali, dan sebagian lagi bagi peluang pangsa ekspor ke Jepang dan negara lainnya. Yang para pelaku usaha dari Jepang ini dalam hasil diskusi bahwa, analisis pasar tanaman hias dituntut pada semua tahap perencanaan produk yang menyediakan informasi agar ide sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Pengetahuan, pengalaman, dan metode growers dan penelitian pasar menjadi hal sangat mendasar dalam pengembangan strategi produk tanaman hias bagi para konsumen berdasarkan standar. Informasi konsumen pun diperlukan untuk menemukan dan mendeskripsikan kebutuhan dan keinginan yang belum dipenuhi, mengevaluasi produk saat pengembangan, perkenalan, dan pemantauan kinerja produk yang sudah ada.

Mencermati dan menganalisa hal tersebut, peran serta pemerintah daerah dan Pemerintah Pusat sangat diperlukan dalam mendukung para Investor asing seperti Pelaku Usaha asal Jepang ini untuk pengembangan agribisnis tanaman hias baik dalami bidang research and development, teknologi maupun strategi penguatan akses pasar terutama sebagai upaya peningkatan pengembangan agrobisnis disektor Hortikultura dan juga membantu petani, pelaku usaha dengan meningkatkan nilai tambah produk pertanian yang dihasilkan. (Data sources terkait, dan hasil kunjungan lapangan, data diolah Frans Hero K. Purba2010)

Anggrek.org - Situs Forum Pecinta Anggrek Indonesia

Posted: 02 Sep 2010 06:47 PM PDT

Posting Terakhir

ilalang yang berdusta

Posted: 02 Sep 2010 09:24 AM PDT

Sabana ini tidak saja menyisakan bunga rumput, tetapi banyak pula bunga lainnya. Wajar saja bila kalian tidak mengetahuinya, di antara indah kelopak bunga lainnya bunga rumput tiada dalam adanya. Bunga rumput tak pernah mempedulikan itu, dan tentu saja bukan masalah besar baginya. Terlebih ada yang menemaninya, bukan… bukan angin yang kadang menerbangkan serbuk sari hingga kemudian jadilah bunga. Terlalu banyak bunga cantik lainnya yang dirayunya… Bukan pula malam atau rembulan. Seperti tadi yang sudah aku katakan, terlalu banyak bunga cantik di sabana ini. Bagaimana pula mereka menjatuhkan pilihan pada bunga rumput.

Dalam adanya, bunga rumput tertiada. Berjuang untuk tetap hidup dalam sabana yang luas, bahkan dalam padang rumput yang gersang. Hidup mungkin terkadang tidak adil, ketika bunga rumput bisa hidup dimanapun, namun tidak demikian dengan anggrek yang terkadang mati sebelum mekar bunganya. Bunga rumput selalu menjadi kawan setia di sabana ini, meski ratusan kali dicabut, bunga rumput akan muncul kembali seiring dengan tumbuhnya rumput. Kering dan kemudian ada yang mengganti. Inilah kadang yang membuat bunga rumput jumawa.

Ilalang, dia yang kemudian datang menyapa keangkuhan bunga rumput. Ilalang, serupa benar dengan bunga rumput meski tentu saja tak semua. “Kami setara,” demikian pikir bunga rumput hingga kemudian mengizinkan ilalang menjamahnya. Ilalang tak mungkin berdusta, tak seperti angin yang kerap kali menggoda namun menggoda pula bunga lainnya.

Sebagaimana rumput, ilalang tumbuh dengan jumawa, mewarnai kehidupan di sabana. Dengan daun-daunnya yang tinggi menjuntai seakan hendak menusuk rembulan, ilalang menunjukkan keperkasaannya.

Ternyata ilalang pun berdusta, dia menyembunyikan mawar di balik rimbunan semaknya. Angin yang mewartakan itu, dan meniup ilalang hingga tersibaklah mawar yang tumbuh dengan anggunnya dalam buaian ilalang.

Bahkan ilalang pun sanggup berdusta. Bunga rumput pun didustainya…


Merawat <b>Anggrek</b> : Part 5 (Phalaenopsis)

Posted: 01 Sep 2010 05:32 AM PDT

Kelupas seludang malai bunga, olesi dengan  hormon tumbuh  Keiki Fix. Hormon ini dikemas dalam botol injeksi sekitar 4-5 cc, berbentuk pasta, mengandung benzil adenin dan kinetin, dan berwarna kuning kecokelatan.

Twilight Express » Blog Archive » Kupu-kupu Nasional

Posted: 30 Aug 2010 11:58 PM PDT

Jika ditanya apa bunga negara (bunga nasional) Indonesia? Banyak yang akan menjawab: Melati. Tapi mungkin ada yang menjawab : Anggrek. Dan ini tidak salah, karena memang ternyata Indonesia mempunyai 3 bunga yang ditetapkan menjadi bunga Nasional yaitu bunga Melati Putih (Jasminum Sambac) sebagai puspa bangsa, bunga Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) sebagai puspa pesona dan bunga padma raksasa (Raflessia Arnoldii) sebagai puspa langka. (sumber : wikipedia)

Nah, kalau di Jepang selain bunga nasional yaitu Sakura dan Seruni, ada pula penetapan Kupu-kupu Nasional yaitu dari jenis Oomurasaki (nama jepangnya) atau nama Latinnya Sasakia Charonda, diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi “great purple emperor“. Kupu-kupu jenis ini ditetapkan menjadi kupu-kupu nasional tahun 1956 oleh Asosiasi Serangga Jepang (ę—„ęœ¬ę˜†č™«å­¦ä¼š).


Read More

Kamis, 02 September 2010

bunga anggrek: jurnalsantri >>>: Novel Pelangi di Langit Arafah: Bag. I

bunga anggrek: jurnalsantri &gt;&gt;&gt;: Novel Pelangi di Langit Arafah: Bag. I


jurnalsantri &gt;&gt;&gt;: Novel Pelangi di Langit Arafah: Bag. I

Posted: 02 Sep 2010 07:23 AM PDT

style="font-family:times new roman,new york,times,serif;font-size:12pt">

I

ELEGI DIRI

                                                                           

Kepada Sang Kuasa diri

Dan menanti tiada peri

Mencari dan berjalan tanpa henti

Dimensi hidup dijalani

Potongan-potongan takdir disatukan

Dan menjadi realita kehidupan

Saat aku adalah aku

Saat aku adalah keyakinanku

 

Petala langit membentang dari ufuk timur ke ufuk barat, dari ufuk selatan ke ufuk utara, dari ufuk barat ke ufuk selatan, dan dari ufuk timur ke ufuk utara. Semuanya bersatu berwarna biru, berdiri tegak tak gentar, tanpa tiang-tiang kokoh.

Bumi menghampar luas bersinergi dengan langit, menjadi sebuah rumah bagi enam koma lima milyar manusia, bertriliunan pohon-pohon yang mulai tumbang satu persatu, dan terlalu banyak hewan-hewan jinak maupun buas. Semua bertasbih, berjalan beriringan bersama waktu yang berputar tak pernah terhenti, kadang diatas kadang dibawah dan terkadang diantara  keduanya. Menjadi saksi dalam setiap perjalanan hidup bumi selama lebih dari jutaan tahun lalu, melewati zaman batu, zaman es, zaman dinosaurus, zaman logam, zaman manusia modern, zaman edan, zaman, zaman globalisasi, dan zaman-zaman seterusnya yang semakin tidak masuk akal.

Panasnya suhu di pingggiran kota ini, tak menyurutkan semangat menuntut ilmu. Tak perlu menyalahkan global wharming, bolongnya ozon, atau pembalakan liar. Cukup menyalahkan kehadiran manusia di muka bumi sebagai kholifah yang tidak amanat lagi dalam jabatanya itu. Sebagai pemipin, penghuni, pelindung, penata bumi dan segala isinya.

Guntur adalah nama gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa dengan tinggi sekitar 2.249 meter diatas permukaan laut, pemandangan yang eksotis dan elok memang dimiliki gunung ini. Berbagai tumbuhan pun tumbuh subur termasuk bunga-bunga seperti si bunga abadi edelwise, anggrek bulan dan anggrek madu, juga tanaman rambat yang sering diburu orang-orang kota di toko bunga untuk menghiasi rumahnya. Konon, menurut keyakinan rakyat Parahyangan dahulu, Tuhan tersenyum ketika menciptakan Gunung Guntur ini.

Di sebelah utara gunung guntur terdapat dua air terjun yang benar-benar di ciptakan dengan sentuhan keindahan dari Yang Maha Indah. Air terjun yang pertama bernama Curug Cikoneng, dengan tinggi sekitar dua puluh meter mengalirkan airnya yang deras. Nama Curug Cikoneng diberikan karena memang air yang mengalir jika di lihat dari kejauhan berwarna kuning, namun jika didekati perlahan warna kuning itu hilang.

Air terjun yang kedua bernama Citiis. Tidak seperti air terjun Cikoneng, Citiis lebih pendek namun airnya deras dan sangat dingin. Jaraknya sekitar dua mil dari air terjun Cikoneng. Air terjun Citiis lebih difavoritkan para wisatawan lokal yang berkunjung untuk dijadikan tempat kemah dari pada Cikoneng. Selain karena alasan akses jalan, juga karena ada sebuah mitos seram orang-orang desa tentang air terjun Cikoneng yang katanya sering membisu, maksudnya suara air terjun kadang kala tak terdengar padahal airnya masih terlihat mengalir. Jika memang benar, wisatawan mana yang mau berkemah?

Semua keindahan dan keeksotisan itu tak membuat para pejabat merasa sayang menjadikannya tempat pembuangan akhir sampah. Tepat di sebelah barat kaki Gunung Guntur dibuat sebuah lokasi TPA untuk menampung sampah-sampah dari kota. Di TPA yang sedang menginjak usia sweet seventin-nya itu, sampah-sampah menumpuk menggunung membuat pemandangan Gunung Guntur menjadi tercemar.

Lain lagi jika kita menjelajahi utara Gunung Guntur. Disana beratus-ratus kubik material tanah setiap harinya dikeruk oleh para penambang pasir tradisional yang bermodalkan cangkul dan linggis besar. Pasir-pasir itu di pesan oleh orang-orang kota untuk membangun rumah, perkantoran dan infrastruktur bangunan lainya. Luas penambangan pasir yang lebih pantas disebut sebagai "eksploitsi jahat yang merusakan alam" itu mencakup ratusan hektar. Tampak dari kejauhan lahan penambangan pasir itu seperti sebuah bukit gundul yang luas dan mempunyai ngarai-ngarai yang terjal.

Mari kita berlanjut menjelajahi Gunung Guntur. Kali ini di wilayah kaki gunung lainya yang disebut Lempong. berbeda dengan kisah hitam dua kaki gunung lainya, Lempong lebih menampakan cahaya keimanan dan harapan. Di Lempong itulah berdiri tegak sebuah Pesantren bernama Pesantren Persatuan Islam[1] 96 Lempong. Pesantren pertama di kawasan kaki Gunung Guntur, didirikan diatas lautan keringat swadaya warga desa yang mayoritas berekonomi rendah, perpenghasilan sangat sedikit, bermata pencaharian buruh tani. Berharap dengan hadirnya pesantren sederhana ini, menjadi perubah nasib bangsa alias agent of change, katanya.

Letaknya yang di kaki gunung, namun juga disisi kanan jalan raya trans Jawa Barat, membuat komplek mu`allimin dan pengisinya ini mengalami proses transisi. Jika disebut katro dan kampungan tidak cocok mengingat letak mereka yang berada di pinggir jalan arteri di Jawa Barat. Jika disebut kota, tidak pas mengingat letaknya juga tepat berada di kaki gunung.

Pesantren ini memiliki beberapa jenjang pendidikan. Pertama, jenjang taman kanak-kanak yaitu TK Persis Baitul Muttaqin. Kedua, jenjang sekolah dasar yaitu Madrasah Ibtidaiyyah Persis Lempong. Ketiga, jenjang sekolah menengah pertama, yaitu Tsanawiyyah Persis Lempong. Keempat, jenjang sekolah menengah atas yaitu Muallimin Persis Lempong. 

 

{           {           {

 

Hunan berjalan dari arah kelas, hendak menuju ruangan aula yang terletak di bawah mesjid. Wajah cerah dan senyum ikhlas ia lemparkan kepada setiap santri yang berpapasan. Bersama teman-temanya, Sinai, Zaki, Rendra, Azkia, Syakila, Nisa dan Hamidah, mereka hendak menggelar lesehan cinta, forum kajian yang khusus membahas tentang cinta dan problematika di dalamnya. Kali ini narasumbernya adalah seorang ustadz muda yang masih lajang, ustadz Rohim.

Hunan memilih jalan untuk menjadi penggiat pesantren dan aktifis sebuah organisasi santri tertua bernama Rijalul Ghad[2] yang telah berdiri sebelum negri ini merdeka dari penjajahan. Sedikit mengulas sejarah organisasi mereka. Dalam perjalanan dan perjuangan santri, pada tahun 1943 berdiri organisasi santri Persatuan Islam putra dan putri yang terdiri dari santri ibtidaiyyah, karena belum ada tsanawiyah. Organisasi santri ini diberi nama Rijalul Ghad untuk santri putra yang dipelopori oleh Hasan Munir, Syarif Boce, Yusuf Zamzam, Kholil dan Idris. Ummahatul Ghad[3] untuk santri putri yang dipelopori oleh Maliecha, Nursiyah Boce, Khodijah dan Permasih.

Minggu lalu mereka menanam dua ribu pohon di hutan Gunung Guntur yang gundul. Ini aksi penghijauan lahan yang kesekian kalinya. Fiqih lingkungan Profesor Maman Abdurahman[4] terlalu kuat untuk diabaikan.

Para pengurus Rijalul Ghad sering mengadakan halaqoh[5]. Semenjak Hunan terpilih menjadi ketua Rijalul Ghad setiap hari disibukkan dengan rutinitas-rutinitas keorganisasian, sekedar membimbing anggota, mengurusi majalah dinding, menyelenggarakan pengajian umum, training, lesehan cinta, debat ilmiah, mengadakan pentas seni santri atau menghadiri rapat kerja. Semua tanggung jawabnya begitu berat ia pikul. Bersama Sang ketua Ummahatul Ghad, Nisa Zahratu Qalbi berjuang bersama mengabdikan diri kepada Ummat.

Sebagian besar santri di pesantren adalah anak-anak petani yang tinggal di daerah perkampungan kecil yang sulit dijangkau kendaraan. Jangankan mobil angkutan umum, delman saja jarang sekali melintas. Dari itu santri-santri ingin cepat-cepat pulang ke rumahnya yang jaraknya cukup jauh dari mu`allimin. Sekitar lima sampai sepuluh kilo meter, sedangkan jarak tersebut harus di tempuh dengan berjalan kaki. Bukan mereka tidak mau memilih delman sebagai alat transportasi pulang ke rumahnya, tapi mereka tak punya ongkos. Karena jangankan untuk ongkos transportasi, untuk iuran bulanan atau iuran organisasi yang besarnya seribu rupiah perminggu saja mereka jarang membayar karena tak mampu.

Potret inilah yang kemudian membuat para Ulama setempat mendirikan muallimin ini. Sebagai tempat menuntut ilmu-nya orang-orang miskin desa. Sebut saja Ustadz D. Shodikin, Ustadz E. Saefudin, Ustadz Rohmadin, beliau-beliau adalah tiga serangkai pendiri sekaligus pelopor pendidikan "Berbasis Ekonomi Rendah" di desa ini. Bagi sebagian santri, tiga serangkai ini dianggap sama dengan tiga pahlawan nasional, Bung Karno, Bung Hatta dan Syahrir.

Hunan sadar, keterbatasan orang tua mereka sebagai petanilah penyebabnya. Lahan garapan menyempit, cuaca tidak menentu, bibit sulit didapat, pupuk kimia mahal, walaupun ada sangat sedikit dan langka, mana harga gabah, palawija dan hasil panen lainnya sangat rendah. Itu sebabnya setiap kali panen para petani hanya mengigit jari menerima nasib hasil panenya yang tidak laku atau dibeli dengan harga murah dibawah harga minimum oleh para tengkulak. Itu sebabnya ekonomi mayoritas masyarakat desa sangat lemah dan rawan. Sehingga orang tua santri tidak mampu membayar iuran SPP bulanan. Karena pengelolaannya yang tidak profesional, program Koperasi Unit Desa, Kredit Usaha Rakyat, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri dan program lainya yang digalakan pemerintah untuk memberdayakan orang desa hanya mampu bertahan beberapa bulan saja. Setelah itu lenyap tak tersisa.

 Tidak semua orang bisa menyaksikan kisah heroik anak-anak kampung yang bertahan dalam ketiadaan dan bertarung dengan kemiskinan. Demi pendidikan yang diharapkan dapat mengubah mereka. Mengubah nasib, mengubah prilaku, mengubah kebodohan, mengubah bangsa dan negaranya.

Lesehan Cinta baru saja dimulai, ruang Auila telah dipenuhi santri putra dan putri. Ustadz Rohim sebagai pemateri kali ini mengemukakan definisi cinta yang sangat indah. Beberapa santri putra dan putri terlihat sedang mencatat tiap kata yang dituturkan pemateri. Dengan bahasa lembutnya, membuat Hunan terkagum, ketika ustadz rohim mengemukakan definisi cinta:

"Anakku tercinta! Tahukah engkau apa itu cinta? Benarkah ia adalah perasaan yang tidak dapat didefinisakan? Lalu, jika tidak didefinisikan dengan apa manusia mengabarkan dan mengajarkan cinta?

                Anakku, seseorang mengatakan bahwa cinta itu tidak dapat didefinisikan, namun ia hanya dapat dirasakan. Maka sungguh orang itu sebenarnya telah mendefinisikan cinta lewat kata-katanya itu.

Setiap manusia berhak mengutarakan definisi cinta. Kenapa demikian? Karena cinta adalah luas dan statis. Luasnya cinta seluas alam jagat raya. Karena ia mengisi setiap ruang yang dicipta Tuhan. Luasnya cinta seluas hati manusia di dunia. Jika hati manusia tiada berbatas, maka cinta pun demikian. Setiap orang mengalami dan merasakan cinta, di hatinya pasti tersirat definisi cinta yang dipahaminya.

Anakku, jika kau menemui seseorang mempunyai cinta yang terbatas. Maka sesungguhnya si pecinta itu sendiri yang membatasinya. Anakku, Engkau akan menemukan beberapa cinta yang semu, ia adalah cinta yang didasarkan pada syahwat belaka. Cinta yang demikian adalah cinta yang tidak tahan lama karena keluar dari hakikatnya. Maka berhati-hatilah!

Anakku, pasti engkau bertanya tentang cinta hakiki yang kekal itu. baiklah, akan ustadz jelaskan! Cinta yang hakiki itu kekal sifatnya. Cinta yang berada dalam jalur dan tempatnya. Kekekalan cinta dapat dirasakan ketika cinta disandarkan kepada Sang Pencipta Yang Maha Kekal. Cinta kekal itu ialah mencintai orang tua didasari rasa cinta kepada Allah Yang Maha Kekal. Sehingga jika orang tua menyuruh durhaka, engkau tidak patuh. Cinta kekal itu mencintai saudara-saudarinya dilandasi rasa cinta kepada Allah Yang Maha Kekal. Sehingga jika saudara-saudarimu mengajak pada kemaksiatan, engkau menolak. Cinta yang kekal itu ialah mencintai seorang gadis dengan pondasi rasa cinta kepada Allah Yang Maha Kekal. Sehingga jika gadis itu menjerumuskanmu, engkau menjauhinya. Cinta yang kekal itu ialah mencintai harta duniawi dinaungi rasa cinta kepada Allah Yang Maha Kekal. Sehingga jika harta itu membutakanmu, engkau menghindarinya".

Tutur bahasa yang digunakan ustadz rohim untuk mendefinisikan cinta seolah tetesan embun yang mengikis kerasnya hati. Meluluh lantahkan segala kesombongan cinta dalam hati setiap santri. Mendengarnya, seolah mendengar nasihat terindah, dari orang tua terbijak.

 

{           {           {

 

Lesehan cinta berakhir sudah. Hunan melirik jam tangan berwarna biru garis-garis hitam yang melekat di tangan kananya, jarum pendek berada diantara angka satu dan dua, sedangkan jarum panjangnya di angka tujuh.

"Setengah dua lebih" ujarnya dalam hati.

Hunan harus segera pergi dari Komplek Pesantren menuju Madrasah Diniyyah[6] At-Taqwa, kebetulan hari ini ia ada jadwal membimbing, mungkin anak-anak madrasah sedang menunggunya.

Jarak antara mu`allimin dan madrasah tak terlalu jauh, sekitar lima ratus meter ke arah selatan. Di madrasah itulah dulu Hunan menuntut ilmu selama enam tahun, sebelum akhirnya masuk tsanawiyyah dan Mu`allimin Persis Lempong. Dulu Hunan menjadi pelajar disini, tapi sekarang ia sudah membimbing walaupun baru beberapa bulan saja. Membimbing dan mengajar hampir sama. Namun mengajar ialah bagi guru-guru senior yang mendapatkan pengangkatan secara resmi dari pimpinan madrasah. Sedangkan membimbing adalah bagi guru junior yang baru belajar mengajar dan rata-rata pembimbing adalah santri kelas tiga mu`allimin. Membimbing bisa disebut sebagai magang mengajar.

Madrasah ini sempat membesarkanya, membesarkan harapanya, ilmunya, kemampuanya sehingga ia jadi seperti ini sekarang, bisa membaca Al Quran dengan baik, membaca hadits dengan lancar. Guru-guru di Madrasah tak pernah mengeluh akan kesejahteraanya yang tak terjamin, karena kuatnya keyakinan bahwa upah terbesar dari perjuangan ini akan diberikan oleh sang Kholik sebagai balasan. Guru-guru madrasah itu tidak sendiri, masih banyak guru lain diatas bumi ini yang senasib. Para pahlawan tanpa tanda jasa yang berjalan beriringan bersama keihlasan dan harapan akan kemajuan keilmuan bangsanya. Agar bangsanya tak lagi menjadi bangsa kuli dan babu di negeri orang.

Setelah berjalan beberapa langkah meninggalkan komplek mu`allimin, sepintas Hunan teringat di saku celananya tersimpan kertas yang tadi waktu istirahat, Herma temanya memberikanya pada Hunan, katanya itu dari Azkya teman sekelasnya, putri Ustadz Ridwan guru bahasa Arab. Dia gadis yang cerdas, dengan kecerdasanya itu gelar bintang kelas dia sandang.

Kertas binder berwarna biru muda itu terlipat rapi. Hunan tak sempat membaca surat itu, ia lipat kembali dan dimasukan kedalam tas gendongnya. Di perjalanan sesekali Hunan berpapasan dengan orang-orang desa yang baru pulang dari ladang-ladang mereka dengan golok yang bertengger di pinggang mereka. Titik-titik keringat berpeluh bercucuran di kening dan hidung mereka, meyimpan kelelahan dan perjuangan yang besar. Tak lupa ia lemparkan senyuman pada mereka, sekedar menghibur semampu yang ia bisa.

Tak terasa, setelah berjalan tiga menit, dari kejauhan Hunan melihat gapura bercat hijau tua dan cokelat bertulisakan "Ahlan Wa Sahlan Fi Madrasah Diniyyah At Taqwa[7]". Gapura tua itu adalah gerbang madrasah yang telah berpuluh-puluh tahun menyambut para pencari Tuhan, menyambut insan-insan yang kehausan ilmu pengetahuan, gapura yang telah berpuluh-puluh tahun menjadi saksi bisu hiruk pikuk kehidupan santri-santri salaf dan Ustadz-ustadznya.

"Assalamu`alaikum kak"

Hunan tersentak dari lamunanya, terdengar ucapan salam dari arah belakangnya.

"Wa`alaikum salam, oh kalian, baru tiba ya?" ujarnya sambil tersenyum menyambut tiga orang santri yang baru tiba. Yang pertama bernama Rizki, yang kedua Marwan dan yang badanya buncit bernama Ihsan. Mereka semua murid yang ia bimbing, murid kesayanganya.

"Sekarang tahfidzul Quran[8] kak?" Tanya Marwan.

"Ya betul, kalian sudah menghafal"

" Sudaaahhh.." serempak mereka bertiga menjawab.

"Mari ke kelas" lanjut Hunan sembari bergegas ke arah kelas yang terletak ujung sebelah maktabah[9]. Hari ini kami laksanakan bimbingan sebagaimana biasanya.

Kegiatan bimbingan di madrasah berlangsung dari pukul dua siang sampai pukul empat sore. Mata pelajaran yang diajarkan seputar ilmu agama, Tauhid, Hifdzan, Qiroah, Lughah, Hisab, Nahwiyah, I`rab, Adabiyah, Bhulughul Maram, Bukhary, Bahasa Inggris, Retorika Dakwah dan yang terpenting adalah Akhlak.

                Tugas madrasah di desa ini tiada lain untuk mencetak kader-kader unggulan yang berakhlak mulia berpengetahuan luas dan berwawasan Islam. Tugas inilah yang tidak tidak dibebankan kepada sekolah-sekolah dan perguruan negri dari mulai taman kanak-kanak hingga universitas. Orientasi pendidikan yang disuguhkan pemerintah hanya berbentuk angka-angka statis yang tak logis. Pendidikan umum yang tak diimbangi oleh bimbingan agama dan nilai-nilai moral. Itu artinya sistem pendidikan nasional kita telah menghianati amanat para pendiri negara yang menjadikan iman dan takwa sebagai tujuan pendidikan. Penghianatan terhadap amanat itu dibuktikan dengan jumlah mata pelajaran agama yang hanya dua jam pelajaran saja perminggunya. Bagaimana mau mencetak generasi beriman dan bertakwa jika mata pelajaran agamanya hanya dua jam saja per pekan. Sehingga pada akhirnya bangsa ini mengalami krisis multidimensial meliputi krisis ekonomi, krisis pendidikan, krisis pemimpin sekaligus krisis yang paling mematikan, krisis akhlak.

Maka dengan berdiri tegaknya madrasah ini adalah sebagai perlawanan terhadap "pendidikan hedonis materialis" di negri ironis, Indonesia. Hedonis dan materialis, karena orientasinya hanya sebatas kerja, dan mengenyampingkan moral. 

"Allahu akbar… Allahu akbar…"

Sayup-sayup terdengar gema adzan dari semua penjuru arah, mentari baru saja tenggelam di ufuk barat dan hanya menyisakan sinar layung berwarna kuning keemasan di awan yang bergumpal di atas Gunung Guntur. Mengguratkan keagungan Sang Kholik dan Kebesaran-Nya. Subhanallah, Maha Suci Engkau, ku penuhi panggilan-Mu…

Wush… terdengar suara gemerincing air dari keran yang ia putar. Ciduk demi ciduk air diusapkan di tangan dan wajahnya yang ia rasa penuh dengan kemunafikan, kemudian ia sempurnakan wudlu. "Segaarrr…" seolah luntur semua kotoran dosa dan kesalahanya. ia ambil peci hitamnya. Segera bergegas menuju rumah Tuhan untuk tunaikan kewajiban.

Sungguh indahnya, bercumbu penuh mahabbah tanpa batas bersama Sang Tuhan. Menembus dimensi ruang dan masa. Berserah, bertawakkal, mencurahkan beban hati pada ilahi, meminta solusi dan jalan terbaik dari segala problematika kehidupan. Mencurahkan harapan dan memohon kemudahan pada yang Maha Pemberi ujian dan cobaan.

"Aku yakin Tuhan bersamaku… mendengarku…" bisiknya lirih. Ia mencoba meng-elegi-kan dirinya.

 

{           {           {

Istilah Botani <b>Anggrek</b>

Posted: 31 Aug 2010 12:08 AM PDT

Serniterrestrial - Istilah yang digunakan untuk merujuk pada anggrek yang tumbuh di dekat atau di tanah yang sangat longgar, substrat terbuka. Sepal - Salah satu dari tiga bagian luar dari kelopak bunga anggrek, bagian atas dan dikenal ...

GERBANG PERTANIAN: TIPS MERAWAT <b>ANGGREK</b> AGAR RAJIN BERBUNGA

Posted: 30 Aug 2010 04:10 PM PDT

anggrek 08062010(004) Salam pertanian! Bagian terpenting dan paling menarik dari anggrek adalah bunganya, namun syang kira sering menjumpai bunga anggrek yang malas untuk berbunga. Apa ada yang salah? Merawat anggrek gampang-gampang ...

Eddelweiss - Naqiyyah Syam: Namaku Eddelweiss

Posted: 28 Aug 2010 06:19 PM PDT

tangis Rieska sambil membuka kotak mungil itu lalu membuang seluruh bunga Edelweiss ke dalam tempat sampah yang berada tepat di samping meja belajar. Melihat pristiwa tersebut, bunga lainnya, Mawar, Suplir dan Anggrek menjerit histeris! ...

Bunga Anggrek Suite - Baoase Luxury Resort ***** - Curacao

Posted: 28 Aug 2010 09:09 PM PDT

Baoase Luxury Resort  •  Winterswijkstraat 2  •  CuraƧao Netherlands Antilles  •  info@baoase.com  •  Privacy  •  Contact  •  Sitemap

Bisnis Budidaya Tanaman Hias Bunga Anggrek Orchid Aglaonema ...

Posted: 28 Aug 2010 06:39 PM PDT

Bisnis Budidaya Tanaman Hias Bunga Anggrek Orchid Aglaonema Adenium

Tanaman Perkebunan

Posted: 26 Aug 2010 11:19 PM PDT

Anggrek Punten
Kota Batu adalah kota yang dingin dan nyaman , yang memiliki banyak petani anggrek. Tepatnya terletak di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji. Untuk saham dibutuhkan anggrek yang kualitasnya bagus, Punten memiliki banyak saham untuk pasar luar daerah Batu, termasuk Malang dan daerah lainnya.

Aksesoris Bunga
Disamping bunga anggrek, Desa Punten juga memproduksi aksesoris bunga yang sering mendistribusikan ke Bandung, Yogyakarta, Malang dan bahkan di luar negeri. Desa lain yang menghasilkan bunga aksesoris adalah Desa Bulukerto, kecamatan Bumiaji.
Selain dikenal sebagai penghasil apel, Kota Batu juga terkenal dengan Kota Bunga. Kalau pergi berwisata ke kota Batu, kita banyak mendapati macam bunga. Mulai dari mawar,melati,anggrek,dan macam bunga lainnya.Hal ini sangat menarik bagi pecinta bunga.

Green House (Perkebunan)
Kota Batu sebagai kawasan bisnis agro telah dikembangkan dengan produk perkebunan yang berkualitas tinggi. Misalnya, kota Batu memiliki Green House yang terletak di desa Pendem, kecamatan Junrejo. Green House ini menghasilkan berbagai produk perkebunan dan telah diekspor ke Jepang.

Mawar
Bunga mawar dari kota Batu sangatlah terkenal. Lokasi pertumbuhan bunga terletak di desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji. Ada pembudayaan pertanian bunga mawar di sini. Mawar dibagi menjadi tiga kelas, yaitu; Holland Rose, Rose Singapura, dan India Rose. Kapasitas bunga yang dihasilkan 3000 – 4000 batang setiap harinya. Pemesanan bunga ini juga tersedia dalam bentuk vas.

Kebun Bunga: Anggrek (2)

Posted: 24 Aug 2010 06:15 PM PDT

Kembali menampilkan koleksi anggrek..... ya, karena tanaman anggrek ini yang menjadi fokus saya belakangan, tetapi bukan mengesampingkan tanaman-tanaman saya yang lain.

Jual Keramik Pot Bunga, Keramik Hiasan, Marmer Lantai

Posted: 21 Aug 2010 01:29 AM PDT

Kami melakukan kegiatan pemasaran produk Keramik Pot Bunga Anggrek, Keramik Hiasan, Marmer untuk Lantai dan Hiasan dari Marmer. Pengelola website ini adalah Saya, Bapak Misbah. Dan bagi yang membutuhkan produk keramik dan marmer, Kami siap melayani pesanan Anda, Anda bisa menghubungi saya di 0819.0935.2755 atau mendatangi alamat usaha kami. Alamat Usaha kami: Jl.Anjun Raya Plered Purwakarta No 115 (dekat kantor desa anjun) TOKO PUSSAT, No telepon 0264-8280128 , dan Hp 0819.0935.2755.

Read More